Kenali Ciri-Ciri Seorang Playing Victim, Simak! Agar Tak Jadi Korban

by -5 views
ILUSTRASI: Ciri orang yang playing victim. (cottonbro studio)
ILUSTRASI: Ciri orang yang playing victim. (cottonbro studio)

yogyanews.com – Istilah playing victim yakni kondisi seseorang yang selalu merasa menjadi korban dalam situasi apapun. Hal ini bisa terjadi karena mentalitasnya atau ada orang lain yang ingin ia salahkan.

Kondisi ini muncul ketika seseorang merasa terdesak atau sedang dalam tekanan yang signifikan. Alhasil, pola pikir ‘seolah korban’ ini muncul untuk membantu membentengi diri dari kesalahan yang mungkin ia lakukan.

Apakah playing victim sebuah penyakit? Menurut dr. Rizal Fadli, playing victim adalah kondisi yang terjadi saat seseorang merasa dirinya merupakan korban dari hal-hal buruk yang ia alami. Hal ini biasanya dipicu oleh banyak tekanan mental dan emosional..

Playing victim termasuk masalah kesehatan mental yang berdampak pada hubungan, pekerjaan, dan kesehatan. Sifat ini berkembang sebagai mekanisme penanganan pengalaman traumatis yang pernah dialami pada masa sebelumnya.

Kondisi ini biasanya muncul saat seorang mengalami berbagai situasi yang di mana pengidap tidak memiliki kendali/wewenang, memiliki rasa sakit emosional berkelanjutan yang mengarah pada ketidakberdayaan diri, serta pernah mengalami pengkhianatan yang dilakukan oleh orang terdekat.

Berikut ini beberapa ciri orang yang playing victim. Apakah kamu pernah menemuinya?

  • 1. Sering Menyalahkan Orang Lain

Salah satu ciri khas orang yang sering playing victim yakni mereka cenderung menyalahkan orang lain. Ketika mereka mengalami masalah, orang lain yang akan menjadi sasaran empuk sebagai objek yang disalahkan.

  • 2. Selalu Mencari Perhatian

Seorang playing victim juga biasanya haus akan perhatian orang lain. Mereka akan membuat cerita seolah-olah korban untuk mendapatkan validasi dari orang lain.

Pola perilaku seperti ini pun akan terus berulang. Mereka dapat menceritakan kisah sedih dan mengeluh akan kesulitan yang dialami secara terus menerus tanpa mau mencari solusinya.

  • 3. Rasa Takut dan Cemas Berlebih

Selanjutnya yakni merasakan ketakutan dan kecemasan berlebihan. Mereka mungkin akan menunjukkan perasaan takut atau cemas ini pada situasi yang sebenarnya tidak memerlukan reaksi berlebihan.

  • 4. Bersikap Manipulatif

Lalu bersikap manipulatif, dalam hal ini perilaku manipulatif dapat digunakan untuk mengontrol hubungan mereka dengan orang lain. Jadi, mereka memeroleh keuntungan yang diharapkan tanpa memberikan apapun sebagai imbalannya.

  • 5. Kurang Empati pada Orang Lain

Kemudian kurang atau bahkan tidak memiliki empati terhadap orang lain. Padahal mereka sering kali mencari simpati pada orang di sekitarnya.

Jadi, orang playing victim mungkin kurang peduli dengan orang lain karena mereka hanya berfokus pada diri sendiri.

Ketika seseorang sulit memahami perasaan orang lain, mereka biasanya akan lebih mudah untuk menyalahkan orang lain sehingga sering memiliki mentalitas sebagai korban.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *