Pelajar SMP Kulonprogo Disabet Pedang Orang Tak Dikenal

by -71 views
ilustrasi pembacokan
ilustrasi pembacokan

yogyanews.com, Kulonprogo – Kejadian penganiayaan dialami seorang pelajar SMP di Kapanewon Wates, Kulonprogo pada Sabtu (3/2/2024). Penganiayaan dengan senjata tajam jenis pedang itu terjadi di Jalan Wates, barat Jembatan Durungan.

Saat kejadian, pelajar SMP yang jadi korban penganiayaan ini bersama seorang temannya. “Awal mula kejadian saat korban dan temannya hendak pulang dari angkringan di depan PLN Wates, mereka mengendarai sepeda motor lalu ¬†sesampainya di Alun-alun Wates tepatnya di depan Rumah Dinas Wakil Bupati, korban disalip oleh pelaku dengan mengendarai Honda Beat warna biru putih nopol ditutup dengan lakban,” jelas Kasi Humas Polres Kulonprogo AKP Triatmi Noviartuti, pada Selasa (6/2/2024).

Novi menjelaskan saat salipan antara korban dan pelaku tersebut akhirnya korban mengikuti pelaku dari belakangnya. Korban dan temannya mengikuti hingga di jalan baru depan kantor Satpol PP. Korban mendekati pelaku dan sempat bertegur sapa. “Setelah itu pelaku terus mengendarai sepeda motornya melewati jalan baru ke barat dan melewati timur Pasar Wates,” ungkapnya.

Setelah melewati Jembatan Durungan, korban mendekati pelaku. “Korban kembali mendekati pelaku sempat berkomunikasi, lalu pelaku langsung mencabut pedang dan melemparkan ke arah korban hingga mengenai rusuk kanan korban,” terang Novi.

Novi menyebut korban langsung terluka dan pelaku kabur meninggalkan korban dan temannya tersebut. “Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Wates dan mendapatkan perawatan,” katanya.

Atas kejadian penganiayaan itu, jelas Novi, Polres Kulonprogo mengimbau agar para orang tua meningkatkan perhatiannya ke anak-anaknya. Jika pada malam hari di atas jam 22.00 WIB belum pulang untuk segera menghubungi anaknya segera pulang. Apabila ada kendala komunikasi dan tidak bisa terhubung silahkan hubungi bantuan polisi 110 manfaatkan program ‘Ibu memanggil’.

“Peran serta semua ibu untuk lebih peduli dan berperan aktif dalam mencegah anak sebagai pelaku atau korban kejahatan jalanan,” tandasnya.*

 

Sumber : Harian Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *