Sebelum Gelar Pernyataan Sikap, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Mengaku Diintervensi

by -15 views
Sejumlah Sivitas Akademika dan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan pernyataan sikap di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 5 Februari 2024. Sivitas Akademikan dan Alumni UIN Syarif Hidayatullah menyampaikan pernyataan sikap bertajuk "Seruan Ciputat" yang berisi mendesak Presiden Jokowi dan para aparat pemerintah, termasuk TNI-Polri agar bersikap netral, mendesak penyelenggara Pemilu 2024, yakni KPU, Bawaslu dan DKPPagar bekerja profesional dan bertanggungjawab, dan mendesak agar pengelolaan demokrasi, tidak sekedar dipandang sebagai aturan tertulis.
Sejumlah Sivitas Akademika dan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan pernyataan sikap di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 5 Februari 2024. Sivitas Akademikan dan Alumni UIN Syarif Hidayatullah menyampaikan pernyataan sikap bertajuk "Seruan Ciputat" yang berisi mendesak Presiden Jokowi dan para aparat pemerintah, termasuk TNI-Polri agar bersikap netral, mendesak penyelenggara Pemilu 2024, yakni KPU, Bawaslu dan DKPPagar bekerja profesional dan bertanggungjawab, dan mendesak agar pengelolaan demokrasi, tidak sekedar dipandang sebagai aturan tertulis.

Yogyanews.com, Tangerang Selatan – Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Saiful Mujani (tengah) bersama Civitas Academica dan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Ciputat membacakan Seruan Ciputat saat Deklarasi Alumni dan Civitas Academica UIN Syarief Hidayatullah Jakarta atas penyelenggaraan pemerintahan dan Pemilu 2024 di Kampus UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Senin (5/2/2024). Seruan Ciputat mendesak Presiden Jokowi dan aparat negara untuk bersikap netral dan menjadi pengayom bagi seluruh kontestan Pemilu 2024.

Sebelum menggelar pernyataan sikap, seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri atau UIN Syarif Hidayatullah mengaku mendapat intervensi. Namun hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk tetap bersuara menolak politik dinasti yang saat ini tengah ramai.

Gelaran pernyataan sikap yang dilakukan oleh Guru Besar UIN, Sivitas Akademika, dan mahasiswa ini berlangsung Senin 5 Februari 2024 di taman kampus UIN Ciputat, Kota Tangerang Selatan.  Zahra Lazimsyah, Mahasiswa UIN, mengatakan kegiatan ini sebelumnya diumumkan melalui grup whatsapp internal. Namun dia tidak menyangka mendapat intervensi dari pihak internal.

“Saya share di beberapa grup habis itu ada yang bilang ini tidak mewakili UIN. Itu dikirim dari WA. Kami tetap gas terus, karena mereka bilang kami tidak mewakili tidak apa-apa. Kami mewakili masyarakat yang resah dengan adanya kondisi seperti saat ini,” kata dia saat dijumpai pada Senin, 5 Februari 2024.

Meski demikian, Zahra akan tetap mengajak mahasiswa lainnya untuk bisa menyuarakan penolakan terhadap politik dinasti ini. “Mungkin di UIN Ciputat ini UIN sebagai kapal besar, tapi ada sekoci-sekoci kecil yang menggerakkan. Kami sedang mengajak bersama karena gerakan yang besar berawal dari gerakan kecil,” ujarnya.

Dia tidak memungkiri keadaan demokrasi saat ini tengah tidak baik-baik saja. Dia ingin demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik ke depannya. “Kalau kita resah dengan keadaan yang sekarang kita tidak bisa memilih orang yang secara terang terangan mendeklarasikan dirinya akan melanjutkan keadaan yang ada saat ini. Mungkin kita akan mencari semangat baru,” kata dia.

Zahra menyatakan akan melakukan aksi besar-besaran nantinya jika suara mereka saat ini tidak didengar. “Setelah ini kami akan konsolidasi dengan beberapa kelompok mahasiswa yang ada di UIN. Kami akan ajak. Kami akan ciptakan momen itu, kami akan gerak sebesar-besarnya Mungkin seperti 98 saat UIN pertama kali menduduki DPR,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *