34 Tahun Kita Dijajah Singapura Tidak Berkutih, Prabowo Melawan dengan Kebijakan Ekspor Satu Pintu

oleh
Pergantian nama dari Jembatan Pandansimo menjadi Jembatan Kabanaran ternyata pilihan Ngarso Dalem Sri Sultan HB X, yang juga Gubernur DIY.(foto/ist)

Yogyanew.com – Di sebuah media sosial, Hartono Nitisegoro, menulis o[pini pendek yang menjengkelkan.

Yakni kelicikan negara kecil tanpa sumber daya alam yang namanya Singapura terhadap Indonesia.

Kelicikan dalam hal ini terkait kebijakan ekonomi, hingga membuat Indonesia harus taat karena berbagai faktor.

Hartono Nitisegoro menulis, bahwa PPATK  ( Pusat Pelaporan dan Transaksi Keuangan ) mencatat adanya aliran deras dana keluar (capital outflow ) dari Indonesia ke Singapura mencapai Rp 3.595 Trilyun  atau 3 Bilyun lebih.

Anka ini jauh melebihi uang yang keluar Ke Amerika Serikat yang mencapaiu Rp 781 trilyun atau ke China yang hanya mencapai Rp 466 trilyun saja.

Ia menegaskan, negara kecil yang miskin Sumber Daya Alam namun kaya cara licik ini telah menjajah ekonomi Indonesia negara yang kaya Lahan yakni Indonesia.

Penjajahan gaya baru tanpa peluru hanya tipuan dan konspirasi jahat Ala George Soros.

Di era Presiden Indonesia sebelum Prabowo tidak ada yang berani melawan Singapura. Namun Lain Dengan Presiden Prabowo Subianto, tulisnya mantap.

Presiden Prabowo Subianto melawan dengan kebijakan perdagangan ekspor harus satu pintu.

Dan harga komoditi Indonesia yang menentukan bukan Singapura, Barang keluar Langsung di kirim ke pembeli tidak boleh transit ke Singapura.

Pihak pemerintah akan mengawasi pengiriman barang dan memastikan sampai tujuan negara pembeli, karena kebijakan transit di Singapura tersebut selama 34 tahun merugikan Indonesia.

Kita jual barang harus lewat Singapura transit dulu di pelabuhan Singapura dan data harga dirubah dua kali lipat baru di kirim ke negara pembeli. “Mereka yang tentukan harganya,” tulisnya sangat serius.

Uang jualan para investor itupun tidak disimpan di Indonesia malah di tumpuk di Bank Singapura.

Baca Juga  Raja Keraton Surakarta, Kanjeng Sunan Pakubuwono XIII Hangabehi Wafat Minggu (2/11/2025).

“Sebaiknya diapain negara sekecil Singapura ini..⁉ Ibarat seorang preman di pasar merampas dan memeras semua Pedagang. Kelewatan,” paparnya membuat hati ini dongkol.

Apa yang ditulisnya ini tentu akan menyulut amarah bangsa Indonesia, dan akan sepakat dengan kebijakan Presiden Prabowo, bahwa ekspor tidak perlu transit di Singapura?

Buat apa, apa alasannya? Cara berpikir kita Bangsa Indonesia dilecehkan, dan berulang-ulang kit abaca artikel pendek Hartono Nitisegoro tersebut membuat semakin panas.

Setidaknya memanaskan suasana sosial politik kita yang kini memang sedang memanas, karena demo mahasiswa meminta pembubaran MBG dan KDMP !

Penulis : Suyono Sugondo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *