Lewati ke konten
Media Indonesia • Aktual, Ringkas, Terpercaya
Terkini
Gunungkidul

Wayangan Semalam Suntuk di Gesik, Syukuran Panen Melimpah dan Balai Padukuhan Baru

Oleh adminyogya

yogyanews.com, Gunungkidul – Suasana malam di Padukuhan Gesik, Kalurahan Songbanyu, mendadak pecah dan meriah. Wangi sesaji beradu dengan riuhnya suara warga yang berkumpul di Balai Padukuhan yang baru saja selesai direnovasi. Malam itu, warga menggelar tradisi Bersih Dusun atau Rasulan 2026 sebagai wujud syukur atas hasil panen yang melimpah dan kelancaran pembangunan desa, Kamis malam, (6/8/2026).

Acara yang dipandu dengan bahasa Jawa yang kental ini diawali dengan pembukaan dan doa bersama agar warga senantiasa diberikan ketenteraman dan rezeki yang lancar. Lurah Songbanyu, Giyarno, mengungkapkan bahwa perayaan ini bukan sekadar pesta, melainkan momen penting untuk melaporkan kemajuan desa kepada warga dan pemerintah kabupaten.

Puncak kemeriahan semakin terasa saat Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, hadir di tengah-tengah warga. Kehadirannya disambut hangat, Bupati menyebut kehadirannya malam itu adalah bentuk “membayar utang”. Rupanya, sebelumnya Ia sempat berencana meninjau kegiatan gotong royong warga, namun batal karena Pak Lurah jatuh sakit secara tiba-tiba. “Dulu tahun 2025 saya ke sini, balai dusunnya belum sebagus ini dan sekarang alhamdulillah sudah bagus.” kenang Bupati disambut tepuk tangan warga.

Selain syukuran panen, acara ini juga menandai diresmikannya Balai Padukuhan Gesik yang dibangun dari hasil swadaya dan gotong royong masyarakat. Gedung ini diharapkan menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, dan musyawarah warga.

Namun, di balik kegembiraan itu, Pak Lurah juga sempat “curhat” secara halus kepada Bupati mengenai kendala susah sinyal yang masih dialami warga Gesik, serta perlunya perbaikan jalur ekonomi menuju Pelabuhan Sadeng. Giyarno berharap pemerintah kabupaten terus memberikan perhatian pada wilayah pinggiran Gunungkidul ini.

Sebagai penutup sekaligus acara inti, panggung pun diserahkan kepada Ki Dalang Subyantara dari Semin untuk mementaskan wayang kulit semalam suntuk. Secara simbolis, Bupati menyerahkan tokoh wayang kepada Pak Dalang sebagai tanda dimulainya pagelaran.

Baca Juga  Stok Beras Bulog Gunung Kidul Aman hingga 13 Bulan ke Depan

Alunan gamelan dan suara merdu para waranggana pun mulai memenuhi udara malam di Gesik. Bagi warga, wayangan ini bukan sekadar hiburan atau “tontonan”, melainkan juga “tuntunan” hidup yang sarat akan nilai-nilai luhur budaya Jawa.

Malam itu, Padukuhan Gesik tidak hanya berpesta, tapi juga menguatkan kembali ikatan gotong royong dan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Harapannya satu: semoga warga Gesik selalu ayem-ayem, tata titi tentrem, dan dilimpahi rezeki yang berkah.(ewi)

IklanBanner iklan

adminyogya

Penulis di Yogya News