yogyanews.com, Yogyakarta – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan besar pada 2026.
Alokasi bantuan meningkat hampir 29 kali lipat, dari 105 unit rumah pada 2025 menjadi 2.856 unit rumah, dan berpotensi mencapai 3.000 unit pada tahun ini.
Peningkatan bantuan tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di DIY.
Berdasarkan data Kementerian PKP, alokasi BSPS DIY 2026 tersebar di lima daerah.
Sebaran penerima bantuan meliputi Kota Yogyakarta sebanyak 1.616 unit, Bantul 422 unit, Sleman 337 unit, Gunungkidul 281 unit, dan Kulon Progo 200 unit.
Setiap penerima BSPS mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk perbaikan rumah, sedangkan kekurangan biaya dilakukan melalui swadaya masyarakat.
Program ini dinilai tidak hanya meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga mendorong perekonomian lokal melalui penggunaan bahan bangunan dan melibatkan semangat gotong royong warga.
Secara nasional, pemerintah juga meningkatkan target program BSPS pada 2026 menjadi 400.000 unit rumah dari sebelumnya 45.000 unit, dengan dukungan peningkatan anggaran dari Rp5 triliun menjadi Rp10 triliun.
Program ini difokuskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.(*)

