Demi Selamatkan Raja Ampat Greenpeace Indonesia Gelar Aksi Damai

oleh
📸Dhemas Reviyanto, Ilham Fauzi/Greenpeace
📸Dhemas Reviyanto, Ilham Fauzi/Greenpeace

yogyanews.com, Tangerang – Aktivis Greenpeace menggelar aksi damai non-kekerasan untuk menyerukan kembali perlindungan ekosistem Raja Ampat. Aksi digelar pada Kamis, 30 Juli 2026, melibatkan pembukaan spanduk kuning bertuliskan “PROTECT RAJA AMPAT STOP DIRTY ENERGY” dan “IS YOUR CAR POWERED BY FOREST DESTRUCTION?”.

Aksi ini dilakukan di sela Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekan tombol untuk membuka gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, pameran otomotif tahunan terbesar di Indonesia, di Tangerang, Banten.

Pascakampanye #SaveRajaAmpat, Greenpeace Indonesia menemukan bahwa kepulauan dan perairan dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia ini belum benar-benar aman dari ancaman tambang. Akibatnya, lingkungan rusak, ruang hidup masyarakat juga terampas.

Beberapa poin yang digarisbawahi dari laporan Greenpeace “Surga yang Tak Terlindungi”:

  1. Setidaknya ada tiga perusahaan yang tengah memproses izin pertambangan nikel, dengan rencana wilayah operasi di bagian timur Pulau Waigeo. Salah satu dari tiga perusahaan nikel tersebut juga berusaha mengaktivasi izin pertambangan batu bara di Pulau Misool;
  2. Ada dua perusahaan minyak dan gas yang beroperasi di darat dan laut sekitar Pulau Salawati;
  3. Ancaman kerusakan lingkungan dari operasi PT Gag Nikel masih terus berjalan;

“Greenpeace mendesak perlindungan Raja Ampat secara penuh dan permanen dari aktivitas industri yang merusak, serta penegakan hukum demi melindungi pulau-pulau kecil dan area konservasi di darat dan laut. Area-area yang penting untuk keanekaragaman hayati dan Masyarakat Adat harus bebas dari tambang,” kata Anggi Putra Prayoga, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.

Seruan #SaveRajaAmpat belum usai. Mari lanjutkan dan suarakan bersama untuk energi yang lebih berkeadilan dan benar-benar melindungi lingkungan!(ewi)

Baca Juga  Kapolres Mojokerto: Sedih Melihat Tubuh Korban Mutilasi Dicacah Seperti Hewan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *