Kulon Progo, Yogyanews.com – Cerita Ririn Dwi Nurtyani menembus kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) layak menjadi motivasi dan inspirasi bagi para siswa untuk terus bermimpi dan tidak menyerah dengan keadaan.
Meski berasal dari keluarga kurang mampu, pemudi asal Terbah, Wates, Kulon Progo ini tidak pernah menyerah dengan mimpinya kuliah dan menempuh pendidikan tinggi untuk mengubah nasib keluarganya.
Ayah Ririn, Sutiono (50) seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak pasti, terkadang harus menganggur untuk menunggu pekerjaan baru.
Ia seringkali tidak memiliki penghasilan dan harus bergantung pada bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara ibu Ririn, Nur (47), seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja.
Namun demikian, latar belakang keluarganya tidak membuat Ririn menyerah untuk bermimpi meraih pendidikan tertinggi. Baginya, pendidikan tinggi adalah senjata untuk mengubah nasib keluarganya menjadi lebih baik.
Meskipun awalnya sang ayah menentang keinginannya untuk berkuliah, namun dengan tekad yang kuat ia berusaha menyakinkannya. Ia percaya bahwa jika sudah rezeki pasti ada jalan untuk menempuhnya.
“Saya ingin melanjutkan merubah nasib keluarga yang sebelumnya cuma jadi pekerja seperti itu, melebihi pekerjaan orang tua saya,” ungkap Ririn.
Pada tahun 2025 lalu, Ririn termasuk satu dari 122 siswa eligible di sekolahnya SMA Negeri 1 Wates. Ririn pun mendaftarkan diri ke UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Bak “gayung bersambut”, Ririn pun lolos SNBP 2025 dan resmi menajadi mahasiswa S1 Ilmu dan Industri Peternakan UGM.
Ririn juga mendapatkan Beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100% atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) nol sehingga ia dapat berkuliah gratis di UGM.
“Saya merasa senang banget, karena biaya kuliah saya bisa terpotong 100% dan tidak membayar UKT sepeserpun, sehingga kebutuhan lain juga bisa dipenuhi dengan tidak membayar UKT tersebut,” jelasnya.
Ririn mengaku memilih jurusan S1 Ilmu dan Industri Perternakan karena kecintaannya pada hewan peliharaan, terutama hewan-hewan ternak.
Di rumahnya ia cukup gemar memelihara berbagai binatang seperti ayam, bebek, dan burung. Kecintaannya terhadap binatang nampaknya mendorong minatnya untuk mengembangkan peternakan di kemudian hari dan memilih jurusan Ilmu dan Industri Perternakan.
“Saya menyukai hewan, terutama hewan-hewan ternak seperti ayam, bebek, dan sapi, sehingga punya minat dalam mengembangkan peternakan di kemudian hari,” ungkapnya.
Pilihan program studi Ririn yang cukup unik mendapat respon hangat sang ibu yang paham betul bahwa Ririn sangat senang dalam merawat hewan ternak.
“Saya selalu mendukung Ririn untuk mewujudkan cita-citanya,” ungkapnya.
Nur juga menceritakan bahwa sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, Ririn sudah memiliki prestasi di bidang akademik dan non-akademik.
Semasa SMA, Ririn pun sering menjadi juara kelas. Di luar prestasi akademik, Ririn juga turut menjadi bagian dari tim marching band SMAN 1 Wates yang menjadi juara 1 di tingkat Provinsi.
Nur sendiri selalu menerapkan nilai-nilai kedisiplinan kepada Ririn sejak kecil. Ia mendorong Ririn agar selalu rajin belajar dan tidak membuang waktu.
Ia juga selalu mengingatkan Ririn agar selalu berbuat baik kepada orang tua, saudara, dan teman-temannya.
Dengan diterimanya Ririn di UGM, Nur mengaku sangat bangga sekaligus bahagia. Ia berharap Ririn bisa menempuh pendidikan dengan baik dan mewujudkan impian untuk mengangkat derajat keluarga.
“Mudah-mudahan besok Ririn bisa bersekolah lebih tinggi daripada orang tuanya. Agar Ririn bisa mengangkat derajat orang tua biar lebih baik dari penghasilan atau dari kehidupannya lebih baik,” ungkap Nur.
Sumber: Humas UGM
Penyunting/Re-write: Bagus Aryo







