Yogyanews.com – DPRD Kabupaten Kulon Progo menyampaikan keprihatinan serius atas fenomena pengunduran diri 18 guru tingkat SD dan SMP dalam waktu yang relatif berdekatan.
Demikian Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin, Rabu (6/5/2026) kepada pers.
“Peristiwa ini bukan sekadar persoalan individu, melainkan indikasi kuat adanya masalah sistemik dalam tata kelola pendidikan daerah,” tegasnya.
Ketua DPRD menegaskan bahwa kondisi ini harus menjadi perhatian bersama, karena berpotensi berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan keberlangsungan layanan pendidikan di Kulon Progo.
“Kalau satu-dua guru mundur, itu bisa dianggap persoalan pribadi. Tapi jika jumlahnya mencapai belasan, ini jelas alarm serius. Kita harus jujur melihat, ada apa dengan sistem kita,” lanjutnya.
Terhadap fenomena ini DPRD menilai ada beberapa faktor yang perlu dievaluasi secara terbuka, antara lain aspek kesejahteraan dan penggajian, kepastian status kepegawaian, beban kerja, serta manajemen dan iklim kerja di lingkungan pendidikan.
DPRD juga menekankan pentingnya langkah cepat dari Pemkab Kulon Progo untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, terutama terkait potensi kekosongan tenaga pengajar di sekolah.
“Jangan sampai siswa menjadi korban. Kekurangan guru akan berdampak lsg pada kualitas pendidikan. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,”paparnya.
DPRD Kulon Progo mendesak dan mendorong penuh dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap penyebab pengunduran diri 18 guru ini.
Penyampaian hasil evaluasi secara transparan kepada publik. Lalu adanya penyusunan langkah konkrit untuk mencegah kejadian serupa terulang.
DPRD Kulon Progo juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini, termasuk dalam pembahasan kebijakan dan penganggaran ke depan.
“Pendidikan adalah fondasi masa depan daerah. Kalau guru mulai meninggalkan sistem, maka yang dipertaruhkan bukan hanya sekolah, tetapi masa depan generasi kita. Lebih ironis lagi ada guru yang mundur kemudian memilih menjadi pegawai SPPG. Ini persoalan serius dan pemkab tidak boleh tinggal diam,”katanya.
Liputan : Suyono Sugondo







