KWT Srikandi Jadi Percontohan Urban Farming Nasional, BRI Dorong Penguatan Ekonomi dan Eduwisata

oleh
Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Padukuhan Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman, menerima kunjungan perwakilan Kementerian BUMN dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam rangka evaluasi dan penguatan Program BRINita (BRI Bertani di Kota) atau Urban Farming. (Foto: BRI)
Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Padukuhan Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman, menerima kunjungan perwakilan Kementerian BUMN dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam rangka evaluasi dan penguatan Program BRINita (BRI Bertani di Kota) atau Urban Farming. (Foto: BRI)

Sleman, Yogyanews.com – Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Padukuhan Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman, menerima kunjungan perwakilan Kementerian BUMN dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam rangka evaluasi dan penguatan Program BRINita (BRI Bertani di Kota) atau Urban Farming yang telah berjalan selama beberapa tahun pada Sabtu, 20/6/2026.

Kunjungan ini dihadiri Tim Wakil Kepala II Bagian Pengaturan BUMN Armenda, Vice President CSR BRI Kantor Pusat Diena Shavia Thresna Amalia beserta jajaran, Penjabat Lurah Caturtunggal Ferry Ferdian, Dukuh Mrican Sumadji, pengurus KWT Srikandi, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan program urban farming.

Ketua KWT Srikandi, Nur Handayani, memaparkan bahwa dukungan berbagai pihak, terutama melalui program CSR BRI telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Program Urban Farming dari CSR Bank BRI sangat mendukung peningkatan perekonomian masyarakat sekitar melalui hasil panen yang dihasilkan KWT Srikandi,” ujar Nur Handayani.

Sementara itu, Tim Wakil Kepala II Bagian Pengaturan BUMN Armenda menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan KWT Srikandi yang dinilai mampu menjadi model kolaborasi antara masyarakat, akademisi, organisasi, dan lembaga keuangan. Ia berharap program BRINita tidak hanya berhenti pada pengembangan lahan percontohan, tetapi juga mampu diterapkan di lingkungan rumah tangga masyarakat.

“Melalui program BRINita, kami berharap berbagai kegiatan di KWT Srikandi terus berkembang dan menjadi program kerja bersama antara masyarakat, akademisi, organisasi, serta institusi keuangan untuk menunjang pengembangan KWT ke depan,” katanya.

Armenda menilai konsep demplot atau lahan percontohan perlu diperluas hingga ke tingkat rumah tangga agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain budidaya tanaman, ia juga mendorong pengembangan perikanan dengan masa panen relatif singkat serta memperkuat rantai bisnis melalui kerja sama dengan restoran, hotel, dan rumah makan.

Baca Juga  Mantan Bupati Sleman Sri Purnomo Ditahan Kejaksaan Negeri Sleman Selasa Malam

Ia mencontohkan pentingnya diversifikasi tanaman di setiap rumah agar kebutuhan pangan dapat saling melengkapi.

“Usahakan demplot dari satu rumah ke rumah lainnya tidak sama atau bervariasi, sehingga berbagai jenis tanaman dapat terpenuhi dan potensi setiap rumah bisa terpetakan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Armenda, KWT Srikandi merupakan program yang membanggakan dan memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

“KWT Srikandi merupakan program yang dibanggakan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, tidak hanya untuk warga sekitar tetapi juga antarprovinsi,” tambahnya.

Ke depan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas program melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), guna mengembangkan inovasi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Selain itu, BRI berencana melibatkan mahasiswa dan peneliti untuk mengidentifikasi jenis tanaman yang potensial dikembangkan serta meningkatkan kualitas hasil produksi.

Digitalisasi juga menjadi salah satu aspek yang dinilai perlu diperkuat agar pengelolaan dan pemasaran produk urban farming semakin berkembang.

Vice President CSR BRI Kantor Pusat, Diena Shavia Thresna Amalia, mengapresiasi seluruh pihak yang selama ini mendukung pengembangan KWT Srikandi.

BRI juga mendorong peningkatan kapasitas program melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), guna mengembangkan inovasi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim. (Foto: BRI)
BRI juga mendorong peningkatan kapasitas program melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), guna mengembangkan inovasi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim. (Foto: BRI)

Ia berharap kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat edukasi pertanian perkotaan yang dikenal secara nasional maupun internasional.

“Harapan kami ke depan KWT Srikandi dapat menjadi objek eduwisata tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Diena juga menyampaikan terima kasih atas sinergi yang telah terjalin sejak program CSR BRI mulai mendukung KWT Srikandi pada 2013.

Menurutnya, keberlanjutan program sangat penting, termasuk dengan melibatkan generasi muda agar konsep urban farming dapat terus berkembang dan ditularkan ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kami berharap ada generasi muda yang meneruskan program Urban Farming KWT Srikandi dan menularkannya hingga tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.

Baca Juga  Kereta Api Sambar Pemotor dan Mobil Tiga Tewas Sejumlah Balita Terluka Parah

Melalui dukungan berkelanjutan dari BRI dan berbagai pemangku kepentingan, KWT Srikandi diharapkan mampu naik kelas sebagai model pengembangan urban farming yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat dan menjadi destinasi pembelajaran pertanian perkotaan bagi daerah lain di Indonesia.

Liputan: W Maryanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *