Partai Golkar Kecewa dengan Sikap Politik Agung Setyawan – Ambar Purwoko, Bakal Jadi Oposisi ?

by -593 views
"Keputusan untuk tidak ke Golkar, kami hormati. Sekali lagi, kami semua kecewa sebagai kader partai. Akan tetapi, kita harus berbesar hati, agar kekecewaan itu tidak mengerdilkan partai kami," katanya.(foto/ist)

Yogyanews.com – Apakah Partai Golkar Kulon Progo akan menjadi oposisi setelah kini Bupati Kulon Progo Agung Setyawan yang diusungnya memilih menjadi Ketua DPW PAN DIY dan Wakil Bupati Ambar Purwoko bergabung dengan Partai Gerindra.

Ketua DPD Partai Golkar Kulon Progo yang baru Wisnu Prastya menyatakan pihaknya masih menunggu instruksi dari DPW Partai Golkar DIY dan DPP Partai Golkae, untuk memastikan apakah akan menjadi oposisi atau tidak.

“Kami masih menunggu instruksi resmi dari pimpinan di tingkat Provinsi dan Pusat,” katanya ketika ditanya wartawan Sabtu (22/11/2025) sore.

Ia menyatakan Fraksi Golkar di DPRD Kulon Progo akan mengambil peran sebagai pengkritik kritis yang konstruktif terhadap kebijakan eksekutif (Bupati dan Wakil Bupati).

“Yang pasti Fraksi kami di DPRD Kulon Progo akan terus memberi kritik-kritik yang membangun tentunya. Sekali lagi menuju Kulon Progo masyarakat yang adil dan sejahtera, makmur dan sejahtera,” katanya.

Partai Golkar Kulon Progo akan bersikap objektif, yaitu mendukung kebijakan yang dinilai baik dan selaras dengan kepentingan masyarakat.

Di sisi lain tetap mengkritik kebijakan yang kurang pas atau tidak sejalan dengan keinginan masyarakat.

“Kami akan terus mengkritisi Eksekutif, Pak Bupati atau Pak Wakil Bupati agar terus bekerja untuk masyarakat Kulon Progo. Jadi kebijakannya harus selaras dengan keinginan masyarakat Kulon Progo,” tegasnya.

Wisnu menyatakan fokus utama Partai Golkar saat ini  berkoalisi dengan masyarakat, sedang keputusan terkait poros politik permanen untuk periode mendatang, seperti Pilkada 2029, masih menunggu arahan dari pimpinan pusat partai.

Sedang Ketua DPD Golkar DIY, Singgih Januratmoko, mengatakan aksi Bupati Agung Setyuawan lebih memilih PAN merupakan dinamika politik yang biasa saja.

“Di politik itu biasa, dan saya baru paham setelah ada laporan dari Pak Suharto. Jadi kita tidak usah menangis menyesali, wong namanya sudah terjadi,” katanya.

Golkar DIY memilih untuk fokus pada persiapan Pemilu 2029. Pihaknya bertekad untuk mengusung calon kepala daerah dari kader Golkar sendiri.

“Kita sudah tekankan bagaimanapun nanti 2029 kita akan berusaha mengusung sendiri. Nanti kita dengan ada teman-teman banyak (parpol lain) nanti kita komunikasi yang baik,” tegasnya.

Pengalaman pahit mengusung orang lain kalau dari awal tidak jelas bakal membingungkan.

“Semula janji, setelah diusung menang, lalu lupa. Itu biasalah di partai. Tapi kita kan jadi tahu dan paham. Ke depan kita belajar dari kasus ini,” ujarnya.

Meski kecewa dengan keputusan Agung Setyawan- Ambar Purwoko, Golkar DIY tetap berkomitmen mendukung program-program pemerintah daerah yang pro-rakyat, meski juga harus tetap objektif.

“Yang penting dia untuk kerja untuk rakyat, kita akan dukung program-programnya, tapi kalau enggak kita akan beri masukan yang baik juga. Partai kan untuk membela kepentingan masyarakat, bukan membela Bupati dan Wakil Bupati, kan gitu,” tegasnya.

Liputan : Tim Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *