Yogyanews.com – Ketua DPD Golkar Kulon Progo periode 2020-2025, Suharto, mengungkapkan kekecewaannya kepada Bupati Agung Setyawan dan Wakil Bupati Ambar Purwoko.
Kekecewaan politisi senior Partai Golkar itu diungkapkan secara terbuka di depan peserta Musda Partai Golkar Kulon Progo, Sabtu (22/11/2025).
Suharto mengatakan, semula Agung Setyawan meminta diusung oleh Golkar untuk maju sebagai calon bupati Kulon Progo pada Pilkada 2024 lalu.
“Namun, setelah terpilih Agung disebut meninggalkan partai tanpa pemberitahuan,” ujarnya disambut tepuk tangan riuh.
Agung Setyawan diketahui ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPW PAN DIY masa jabatan 2025-2030, pada April 2025 lalu, atau dua bulan setelah dilantik menjadi Bupati Kulon Progo.
“Ia minta diusung jadi bupati, tapi setelah menjadi, kemudian meninggalkan tanpa izin, tanpa pamit, tanpa pemberitahuan. Tahu-tahu sudah menjadi Ketua DPW PAN,” ujar Suharto kepada pers.
Suharto menambahkan, pada momen ulang tahun Golkar tahun sebelumnya, Agung Setyawan diundang dalam acara Golkar dan dipersilakan memberikan pidato.
Saat itu Agung Setyawan menyatakan sebagai kader baru Golkar yang siap membesarkan partai. Massa Golkar pun menyambut dengan antusias, sepenuh hati.
“Janjinya akan membesarkan Golkar. Tapi, setelah berhasil menduduki kursi bupati menjadi ketua partai lain. Bagaimana mau membesarkan? Wong dia sendiri pengin besar, kan,” ujarnya.
Suharto mengingtatkan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo, Agung dan Ambar Purwoko, diusung oleh 12 partai dalam Pilkada 2024 lalu.
Yaitu Golkar, PAN, dan PPP, serta 9 parpol nonparlemen yaitu Partai Gelora, Partai Garuda, PBB, Partai Demokrat, PSI, Perindo, Partai Ummat, PKN, dan Partai Hanura.
Mantan Ketua DPD Golkar Kulon Progo ini bahkan menampakkan raut muka amarahnya kepada pasangan Bupati – Wakil Bupati Agung Setyawan – Ambar Purwoko.
Ia menilai ketidakjelasan sikap politik pasangan ini juga diikuti oleh Wakil Bupati, Ambar Purwoko.
Suharto membeberkan bahwa Wakil Bupati Kulon Progo yang semula berlabuh ke Golkar kini juga telah pindah partai ke Gerindra.
Oleh karena itu keduanya tidak diundang dalam kegiatan terbaru Golkar, termasuk pada Musda hari ini.
“Wakilnya juga pindah ke Gerindra. Sudah ada KTA-nya. Kami sudah lihat. Jadi baik bupati maupun wakil sudah tidak kita undang di acara Golkar,” ucapnya.
Di sisi lain Ketua DPD Golkar Kulon Progo, yang baru untuk periode 2025-2030, Wisnu Prastya, mengakui adanya kekecewaan di internal Golkar Kulon Progo terkait sikap politik Agung Setyawan – Ambar Purwoko.
Ia sependapat dengan pernyataan Suharto, yang dinilai sudah mencerminkan adanya perasaan kecewa yang mendalam keluarga besar dan massa Partai Golkar Kulon Progo.
“Pidato Pak Harto, tadi mungkin sudah bisa merasakan seberapa besar kekecewaan kami. Harapan kami saat mengusung keduanya tentu harapannya ikut membesarkan Partai Golkar atau bernaung di Partai Golkar,” ujarnya.
Karena Agung Setyawan pernah menyampaikan komitmennya kepada kader-kader Golkar.
Apapun keputusan Bupati terpilih untuk tidak bergabung atau kembali ke Golkar tentu kita hormati, lanjutnya.
“Keputusan untuk tidak ke Golkar, kami hormati. Sekali lagi, kami semua kecewa sebagai kader partai. Akan tetapi, kita harus berbesar hati, agar kekecewaan itu tidak mengerdilkan partai kami,” katanya.
Liputan : Suyono Sugondo





