Sampah Makin Rumit UII Terjunkan 3000 Mahasiswa KKN Tematik Penganggulangan Sampah

by -293 views
Sedikitnya 3000 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik menanggulangi problem sampah disebar ke seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak awal Agustus 2025 lalu.(foto/ist)

Yogyakarta – Problem sampah yang rumit dan menakutkan kini mulai melanda sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Di Kota Yogyakarta, mau buang sampah saja sekarang ini susah. Sementara jika tidak segera terbuang sampah akan bikin masalah di dalam kota, “ujar Kepala Pusat KKN –DPPM Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Raden Edi Fitriyanto, Jumat (29/8/2025).

Yakni mulai dari resiko pencemaran udara, pencemaran air, kenyamanan lingkungan dan yang lebih menakutkan sampah yang terus menumpuk akan menjadi penyebab tumbuhnya berbagai penyakit.

“Maka baru-baru ini muncullah masalah pembuangan sampah secara liar. Sampah dari Kota Yogyakarta di bawa ke luar wilayah, seperti Kulon Progo dan Gunungkidul,” ujarnya.

Ini akan menjadi problem baru bagi wilayah dimana sampah dibuang. Masyarakat menolak dengan keras, hingga terjadinya masalah hukum karena masing-masing wilayah punya aturan sendiri terkait sampah.

Maka setelah mengkaji berbagai aturan sampah dan masalahnya Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menyimpulkan bahwa mengatasi problem sampah tidak bisa hanya berdebat di tingkat aturan tetapi harus dimulai dari kesadaran masyarakatnya.

“Karena sampah itu merupakan potensi ancaman serius di tahun-tahun yang akan datang. Sehingga kita simpulkan harus dimulai dari kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang bahayanya sampah,”katanya.

Terkait itulah, UII Yogyakarta mengirim sedikitnya 3000 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik penanggulangan sampah ke seluruh wilayah DIY.

“Melalui KKN tematiksampah ini UII Yogyakarta ingin berbuat untuk pemerintah dan masyarakat agar tumbuh kesadaran tentang bahayanya sampah. Lalu mengorganisir masyarakat dengan konsep sedekah sampah, atau dengan cara lain sesuai kesepakatan,”katanya.

Edi Fitriyanto mengatakan, melalui konsep sedekah sampah atau bank sampah ini pengendalian sampah harus dimulai dari warga masyarakat.

Minimal masyarakat sudah harus memiliki kesadaran memilah sampah, minimal dalam tiga golongan. Yakni sampah organik, anorganik hingga sampak berbahaya atau yang biasa disebut sebagai B3.

Kemudian sampah bisa dikelola bersama melalui organisasi yang namanya sedekah sampah agar sampah bisa memberi manfaat kepada masyarakat.

“Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, atau untuk budidaya magot, sampah anorganik bisa dijual untuk kesejahteraan masyarakat miskin, yatim piyatu, atau dikembalikan kepada masing-masing rumah tangga,” katanya.

Sedang sampah berbahaya lain, seperti jenis sampah beracun, sisa obat atau barang-barang komponen elektronik seperti baterai atau sejenisnya bisa dikoordinasikan dengan ahlinya atau pemerintah.

Yang paling mendasar dalam konsep ini adalah membangun kesadaran masyarakat dan mengajak mereka melakukan pengelolaan sampah secara komunal.

“Misalnya sadar bahwa harus mengurangi sampah plastik. Maka setiap belanja ibu-ibu sebaiknya membawa tas belanjaan sendiri, agar tidak menimbulkan sampah plastikkian menumpuk,”ujarnya.

Sampah plastik itu butuh waktu lama untuk terurai, ratusan tahun. Maka semua warga diajak untuksadar bahwa minum menggunakan sedotan itu akan membuat problem sampah menakutnya.

“Sedotan yang kita pakai itu jika dirangkai sudah bisa sampai ke bulan lho. Padahal sedotan itu bisa terutai setelah 250 tahun, sampah plastik itu bisa mencapai 450 tahun, ngeri kan ?” sergahnya.

Maka ia mengaku senang, masyarakat di Pedukuhan Derpoyudan, Tirtorahayu, Galur, Kulon Progo bersama mahasiswa KKN UII berniat mengelola sampah dengan sistem sedekah sampah.

“Semoga ini menjadi jalan ibadah kita, dan masyarakat di Derpoyudan menjadi contoh di wilayah ini pentingnya megelola sampah secara bersama-sama,” katanya.

 

 

Masalah sehingga banyak menimbulkan masalah ketika ada yang membuang sampah ke luar wilayah, seperti ke Kulon Progo dan Gunungkidul,”

“Jika tidak segera ditangani maka problem sampah akan melilit wilayah ini, semakin rumit, bahkan menjadi monster yang menakutkan,” ujar Kepala Pusat KKN –DPPM Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Raden Edi Fitriyanto, Jumat (29/8/2025).

Karena problem sampah itu masalah jangka panjang dan menakutkan.

Sedikitnya 3000 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik menanggulangi problem sampah disebar ke seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak awal Agustus 2025 lalu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *