Yogyanews.com – Apakah menunaikan umroh ke Tanah Suci membuat kita dihilangkan dari kefakiran atau kemiskinan ?
Simaklah beberapa petuah para alim, dan bacalah Hadis Nabi, dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
“Orang yang mengerjakan haji dan umroh merupakan tamu Allah. Maka jika mereka bermohon kepada-Nya, pastilah dikabulkan-Nya, dan jika mereka memohon ampunan pasti diampuni-NyaI,” (HR. Ibnu Majah)
Meskipun secara logika pergi umroh memerlukan biaya, Allah SWT menjanjikan keberkahan yang dapat menghilangkan kesulitan keuangan bagi mereka yang menunaikan ibadah ini dengan ikhlas.
Jamaah umroh yang melaksanakan setiap rangkaian ibadah dengan hati yang ikhlas dan khusyu, maka setiap ibadah yang dilakukan akan diterima Allah SWT.
Allah menjanjikan berlimpahnya keberkahan di dalam hidup lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
Berada di Tanah Suci, melakukan ibadah di depan Ka’bah memberikan ketenangan jiwa yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Ini adalah momen di mana seorang muslim merasa sangat dekat dengan Allah SWT, merasakan ketenangan, keikhlasan, dan kesadaran akan kebesaran-Nya.
Maka doa-doa kita agar dimudahkan dalam segala urusan, termasuk urusan dunia akan senantiasa dikabulkan karena kita dekat dengan Allah SWT.
Umroh adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Meskipun tidak wajib, ada banyak keutamaan umroh yang hampir sama istimewanya dengan haji.
Itulah mengapa umroh juga dikenal sebagai sebagai ibadah haji kecil.
Salah satu keutamaannya yaitu menjadi tamu Allah SWT. Karena umroh menjadi salah satu sarana untuk memperbaiki hubungan dengan Sang Maha Pencipta.
PT Madania Tour Kulon Progo membuka Paket Umroh Jejak Nabi dan akan berangkat dari Tanah Air tanggal 22 Oktober 2025, menggunakan pesawat Saudia, lengkap dengan bimbingan dan serta akomodasi hotel berkelas di Madinah dan Makkah. Hubungi staf office kami di HP 0822 9940 4977 – 0851 9832 3038
Pengalaman beribadah di Tanah Suci juga memberikan kedamaian dan ketenangan batin yang tidak ternilai.
Bagi Anda yang memiliki kemampuan, umroh adalah ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan dalam hidup.
Seperti yang sudah disebutkan dalam HR. An-Nasa’i bahwa selain penghapusan dosa, umat Islam yang melakukan ibadah umroh juga akan terbebas dari kefakiran atau kemiskinan.
Ibadah umroh juga bisa dilakukan kapan saja selama tidak di bulan haji. Termasuk bila Anda ingin pergi umroh selama bulan Ramadan.
Sehingga kapanpun kita ingin menenangkan hati dan pikiran, mendekatakan diri kepada Allah SWT, umroh menjadi pilihan tepat.
Siapapun yang memiliki kesempatan menjadi tamu Allah, dijanjikan akan terkabulnya permintaan-permintaannya.
Karenanya, seringkali berangkat umroh memiliki visi misi khusus untuk memanjatkan beberapa doa khusus, Allah akan mengabulkannya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Orang yang mengerjakan haji dan umroh merupakan tamu Allah. Maka jika mereka bermohon kepada-Nya, pastilah dikabulkan-Nya, dan jika mereka memohon ampunan pasti diampuni-NyaI,” (HR. Ibnu Majah)
Dalam salah satu hadis disebutkan bahwa Allah juga akan menghapuskan dosa-dosa umat Islam yang menjalankan ibadah umroh.
Dari Abdullah bin Mas’ud ra, Rasulullah SAW bersabda : “Iringilah haji dengan umrah, karena keduanya menghilangkan karat pada besi, emas dan perak. Tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga,”(HR. An-Nasa’i)
Maka bila Anda melakukan ibadah umroh lalu beberapa bulan ke depan umroh lagi, sejak umroh pertama kali ke umroh berikutnya Allah juga menjanjikan penghapusan dosa di antara dua waktu umroh.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Antara satu umroh dengan umroh berikutnya terdapat penghapusan dosa-dosa di antara keduanya. Haji yang mabrur, tidak ada pahala bagi pelakunya, melainkan surga,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Setiap ibadah yang dilakukan selama umroh diganjarkan pahala berlipat ganda dari ibadah pada umumnya. Hal ini tertulis dalam hadits tentang umroh.
Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim yang menyebutkan ibadah salat yang dilakukan di Masjid Nabawi akan diganjar pahala 1000 kali lipat ketika Anda salat di masjid lain selain Masjidil Haram.
Ibadah lainnya seperti keutamaan thawaf tertulis dalam HR. Tirmidzi, keutamaan mengucapkan talbiyah dijanjikan kebaikan dalam HR. Thabrani, hingga ampunan Allah saat Anda tahallul tertulis dalam HR. Bukhari dan Muslim.






