Yogyanews.com – Audiensi warga sisi timur dan sisi barat yang terdampak operasional Bandara YIA Temon berlangsung di Kantor Angkasa Pura Kompleks Bandara YIA Temon Kulon Progo, Rabu ( 10/9/2025) siang ini.
Sepuluh perwakilan warga didampingi dua orang lowyer, yakni Priyo Santoso, SH, MH dan Yusron Martofa, SH menyampaikan berbagai keluhan warga yang bermukim di kawasan sisi timur dan barat Bandara YIA.
Selain dua lowyer warga juga didampingi Nasib Wardoyo, Anggota Komisi B DPRD Kulon Progo untuk mengungkap berbagai hal terkait kerusakan atap rumah serta tanaman milik warga akibat kentut pesawat yang akan mendarat di Bandara YIA.
Sebelum melakukan audiensi Priyo Santoso mengatakan, bahwa kawasan pemukiman dan pertanian di Padukuhan Keboan, Karangwuni, Kulon Progo, berada dalam area terdampak langsung oleh operasional pesawat yang akan landing (mendarat) di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Sejak beroperasinya bandara, warga mengalami dampak negatif signifikan, baik dari segi sosial, ekonomi, maupun psikologis.
Getaran dan kebisingan setiap kali pesawat melintas dan akan mendarat, mengakibatkan rusaknya atap rumah dan tanaman pertanian di pemukiman.
Getaran ini menyebabkan genteng atap rumah warga, dan atap berbahan seng atau asbes, banyak yang berterbangan dan rontok. Hal ini menimbulkan rasa trauma dan kecemasan bagi warga, terutama anak-anak dan lansia.
Gangguan kebisingan yang terus-menerus berdampak pada kualitas hidup dan psikologi warga, menciptakan rasa tidak nyaman dan tertekan.
Potensi getaran dan kebisingan yang tinggi menyebabkan nilai jual properti dan tanah di wilayah Pedukuhan Keboan mengalami penurunan harga yang signifikan.
Tanaman pertanian warga yang berada di area terdampak juga mengalami kerusakan akibat getaran dan debu dari operasional bandara, menyebabkan kerugian hasil panen dan dampak ekonomi langsung bagi para petani.
Kasus ini juga terjadi di Pedukuhan Pasir Mendit, Kasir Kadilangu, Temon, Kulon Progo.
Audiensi ini bertujuan untuk mencari solusi bersama atas dampak negatif yang dialami oleh warga Keboan akibat operasional Bandara YIA yang dikelola oleh PT Angkasa Pura.
Warga Keboan ingin menyampaikan secara langsung keluhan dan kerugian yang diderita kepada PT Angkasa Pura sebagai pihak yang bertanggung jawab.
“Tentu ini butuh pengakuan dari PT Angkasa Pura terkait dampak negatif yang telah terjadi. Audiensi ini untuk mencari solusi konkrit dan berkelanjutan untuk mengatasi kerugian yang dialami warga. Membangun dialog konstruktif untuk mencapai kesepakatan yang adil dan saling menguntungkan,” ujarnya.
Liputan : Ewi






