Anggaran Rp13,7 Miliar, Jembatan Trisik Galur Kulon Progo Dibuka Awal Agustus 2026

oleh
Foto proyek pembangunan ulang Jembatan Trisik. (GMaps/Anis Sholikah)
Foto proyek pembangunan ulang Jembatan Trisik. (GMaps/Anis Sholikah)

Kulon Progo, Yogyanews.com – Rekonstruksi atau pembangunan ulang Jembatan Nglinggan atau Jembatan Trisik yang berada di wilayah Kalurahan Banaran, Kapenawon Galur, Kabupaten Kulon Progo, D.I Yogyakarta ditargetkan rampung awal bulan Agustus 2026.

Jembatan yang sempat ambles dan rusak total karena abrasi Sungai Gonzario bulan Februari 2024 ini telah dibangun ulang dengan memakan anggaran Rp13,7 miliar. Dana tersebut beradal dari APBN lewat program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).

Proyek rekonstruksi Jembatan Trisik diekerjakan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY. Kontraktor pelaksana pembangunan adalahCV Ramadhany Kukuh Sejahtera yang sudah memulai pekerjaan sejak bulan November 2025 lalu.

“Setelah struktur utama tersambung, fokus pekerjaan kini beralih ke pengecoran lantai jembatan, penyelesaian dinding penahan tanah, serta pengaspalan jalan pendekat jembatan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo Didik Wijanarto.

Didik menambahkan Jembatan Trisik dibangun ulang dengan teknologi konstruksi modern. Pembagunannya menerapkan sistem gelagar pracetak tanpa pilar tengah untuk mengantisipasi kerusakan serupa di masa depan.

Desain tersebut kata Didik diterapkan untuk memastikan seluruh beban jembatan bertumpu pada tiang penyangga (abutment) di kedua sisi sungai, sehingga meminimalkan risiko gerusan air dan sumbatan sampah.

Segera beroperasi kembalinya jembatan ini menjadi angin segar bagi warga masyarakat sekitar. Pasalnya Jembatan Trisik merupakan akses utama menuju destinasi wisata Pantai Trisik dan Pantai Bugel serta jalur distribusi logistik pertanian.

“Kami berharap jembatan ini bisa segera dimanfaatkan. Ini adalah akses vital bagi mobilitas harian warga pesisir, pariwisata, maupun kelancaran distribusi logistik pertanian,” imbuh Didik.

Didik menambahkan pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan ketat, termasuk koordinasi wilayah dan penanganan dampak sosial.

Baca Juga  Anggota DPRD Kulon Progo Nasib Wardoyo Marah Besar Karena Aspirasinya Dicoret Wabup

Sumber: Antara

Rewrite: Bagus Aryo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *