Bikin Geger! Tiyo Ardianto Unggah Video Temukan Alat Pelacak di Mobilnya Usai Ikut Demo Aliansi Rakyat Memanggil

oleh
Tiyo Ardianto menunjukkan alat pelacak yang terpasang di mobilnya. (Foto: instagram.com/@tiyoardianto_)
Tiyo Ardianto menunjukkan alat pelacak yang terpasang di mobilnya. (Foto: instagram.com/@tiyoardianto_)

 

Yogyakarta, Yogyanews.com – Yogyakarta kembali membuat kejutan dan membuat para pejabat di Tanah Air meradang. Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) 2025 Tiyo Ardianto membuat unggahan menarik di akun media sosial miliknya.

Tiyo menguggah video saat menemukan pelacak misterius yang terpasang di mobilnya di Kota Yogyakarta. Konon alat pelacak ini ia temyukan setelah di HP pribadinya ada signal aneh dan kemudian ia menemukan alat pelacak di dekat ban belakang mobilnya.

Temuan tersebut diungkapkan Tiyo melalui unggahan video di akun Instagram pribadi aktivis mahasiswa itu. Ia mengomentari pemasang alat pelacak ini sebagai langkah mennjijikkan seperti kondisi pemimpin bangsa ini Presiden dan Wakil Presiden, dengan segala ungkapan tajamnya.

Namun, sejumlah werganet justru menyangsikan kebenaran terkait penemuan alat pelacak tersebut.
Bahkan tak sedikit yang mempertanyakan dari mana Tiyo yang notabene seorang mahasiswa memiliki mobil mewah tersebut.

Dalam uanggahan komehtarnya, banyak netizen yang menyangkal keterangan Tiyo, mana mungkin ia bisa beli mobil bagus karena beasiswa yang ia terima saja dari KIP. Bahkan banyak netizen yang menganggapnya sebagai sedang melakukan drama komedia yang memang bukan lagi asing baginya.

Pernyataan Tiyo pun menyulut ribuan netizen hingga memnberi komentar beragam, yakni sebagai aksi sedang mencari panggung dan membentuk dirinya tokoh penting nasional.

Agar menjadi tokoh nasional yang diperhatikan publik ia melakukan aksi drama dengan membuat kritik tajam kepada Prabowo – Gibran dan membuat unggahan mobilnya dipasang pelacak.

Sebuah media menulis, Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto, menyampaikan kritik tajam terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat digelar aksi demonstrasi Aliansi Rakyat Memanggil di pertigaan Jalan Affandi, Sleman pada Sabtu 13 Juni 2026.

Baca Juga  Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko Minta MBG Tetap Dijalankan: Itu Janji Kampanye Prabowo!

Dalam orasinya, ia menyoroti pudarnya kepercayaan rakyat akibat akumulasi kerusakan tatanan bernegara yang perlahan mulai disadari secara kolektif oleh masyarakat luas.

“Aksi hari ini menegaskan satu hal yang membuat kita prihatin. Bagaimana mungkin Presiden yang baru berkuasa, belum ada dua tahun, itu sudah diminta turun oleh ribuan, bahkan mungkin jutaan orang. Ini tanda yang begitu berbahaya. Karena kalau belum dua tahun saja sudah diminta turun, itu artinya tidak mungkin orang mengucapkan itu tanpa ada kerusakan yang luar biasa. Nah, kerusakan luar biasa ini perlahan-lahan disadari oleh semakin banyak orang. Kepercayaan rakyat sudah hilang, sudah pudar luar biasa,” ujar Tiyo.

Menurut Tiyo, eskalasi massa yang turun ke jalan hari ini semestinya menjadi momentum evaluasi dan refleksi mendalam bagi pucuk pimpinan nasional.
Ia menilai bahwa kinerja kabinet selama hampir dua tahun terakhir justru berbanding terbalik dengan pemenuhan hak-hak dasar rakyat, sehingga memicu keberanian publik untuk melakukan konsolidasi perlawanan secara terbuka.

“Jadi menurut saya, momentum hari ini adalah momentum untuk Presiden Prabowo sekaligus Wakil Presiden Gibran merasa malu luar biasa. Karena ternyata seluruh kerjanya dalam dua tahun belum membuahkan kepercayaan rakyat, tapi justru membuahkan keberanian rakyat untuk melawan. Terutama untuk mengucapkan bahwa Prabowo-Gibran sudah tidak layak memimpin negeri ini,” tegasnya.

Liputan : Suyono Sugondo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *