Kualitas Beras Menurun Terpengaruh Cuaca, tetapi Harga Tetap Naik

by -251 views
Kwalitas beras menurun akibat Cuaca
Kwalitas beras menurun akibat Cuaca

yogyanews.com, Sukoharjo – Harga beras dalam beberapa bulan terakhir di Kabupaten Sukoharjo mengalami kenaikan. Apabila sebelumnya hanya pada kisaran Rp 9.000-Rp 10.000 per kilogram sekarang menjadi kisaran Rp 11.000-Rp 12.500 per kilogram.

Selain kenaikan, kualitas beras juga menurun karena pengaruh penurunan hasil panen akibat cuaca dan serangan hama.

Pedagang Pasar Kartasura Waluyo, Kamis (2/2/2023) mengatakan, harga beras secara bertahap naik sejak sekitar dua bulan lalu karena pengaruh pasar dan hasil panen.

Harga beras setiap kali mengalami kenaikan sekitar Rp 500-Rp 1.000 per kilogram. Sebelumnya harga beras pada kisaran Rp 9.000-Rp 10.000 per kilogram sekarang naik menjadi Rp 11.000-Rp 12.500 per kilogram.

Kenaikan harga beras disebabkan karena faktor tingginya permintaan masyarakat sejak beberapa bulan terakhir.

Hal ini dipicu karena faktor momen acara ada peringatan tertentu serta meningkatnya kebutuhan masyarakat. Dampaknya stok beras di pedagang cepat habis untuk memenuhi pembeli.

Faktor terpenting lainnya yang mempengaruhi kenaikan harga beras karena hasil panen kualitasnya tidak baik dan menurun. Hal ini dipicu karena pengaruh cuaca sering turun hujan deras dan angin kencang. Dampaknya tanaman padi mengalami kerusakan dan hasil panen tidak maksimal.

Pengaruh cuaca juga berdampak pada serangan hama yang mempengaruhi tanaman padi dan hasil panen. Akibatnya berpengaruh pada stok beras.

“Harga beras naik sekarang paling murah sekitar Rp 11.000-Rp 12.500 per kilogram. Sebelumnya hanya kisaran Rp 9.000-Rp 10.000 per kilogram,” ujarnya.

Pedagang tidak bisa berbuat banyak dengan kenaikan harga beras tersebut karena menerima barang dari petani dan pengepul beras seperti itu. “Selain harga beras naik, kondisi beras yang dijual kualitas juga menurun karena banyak bulir beras pecah. Katanya dari yang biasa kirim beras kesini karena pengaruh cuaca,” lanjutnya.

Waluyo mengatakan, dengan kondisi harga beras yang tinggi membuat pedagang sering menerima keluhan dari pembeli. Sebab masyarakat sekarang dihadapkan dengan tingginya biaya hidup untuk membeli barang lainnya.

“Mau bagaimana lagi harga memang tinggi tapi masyarakat tetap beli beras walaupun pedagang sering diprotes,” lanjutnya.

Pedagang beras di Sukoharjo Ali Syukri mengatakan, kondisi kebutuhan pokok pangan sekarang khususnya beras mengalami kenaikan harga. Hal tersebut wajar karena permintaan beras terus mengalami peningkatan seiring banyaknya pembeli.

Di sisi lain, kondisi sekarang dihadapkan dengan situasi hasil panen padi dari petani kurang maksimal karena pengaruh cuaca dan serangan hama.

“Hasil panen kurang maksimal dan banyak kualitas kurang bagus. Disisi lain permintaan masyarakat tinggi. Maka wajar harga beras naik,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo Iwan Setiyono, mengatakan, harga beras sekarang untuk jenis IR64 premium Rp 12.500 per kilogram dan IR64 medium Rp 11.000 per kilogram.

Harga tersebut memang mengalami kenaikan dibanding sebelumnya hanya pada kisaran Rp 9.000-Rp 10.000 per kilogram. Kenaikan harga beras terjadi sejak beberapa bulan lalu.

“Meski harga naik namun stok beras di pedagang masih melimpah. Aman dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

Diskopumdag Sukoharjo akan terus memantau stok dan harga beras di pasaran. Hal itu penting mengingat beras merupakan kebutuhan pokok pangan paling penting untuk masyarakat.

“Distribusinya terus kami pantau. Kabupaten Sukoharjo sendiri mampu swasembada beras karena hasil panen melimpah,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *