Nama Asli Sunan Kudus dan Kiprahnya Menyebarkan Agama Islam di Jawa

by -296 views
Sunan Kudus dimakamkan di lingkungan Masjid Menara Kudus.
Sunan Kudus dimakamkan di lingkungan Masjid Menara Kudus.

Semarang, yogyanews.com – Nama asli Sunan Kudus adalah Ja’far Shodiq. Ia merupakan salah satu ulama dalam daftar Wali Songo.  Sunan Kudus merupakan putra Sayyid Utsman Haji.

Sunan Kudus merupakan anggota Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di daerah Jawa Tengah. Sunan Kudus lahir pada tahun 1.400 Masehi, atau pada era ketika kerajaan Hindu-Jawa sedang runtuh dan agama Islam baru mulai menyebar di daerah Jawa.

Dari silsilahnya, Sunan Kudus merupakan keturunan Nabi Muhammad melalui jalur Husein, yaitu putra dari pernikahan putri Nabi Muhammad, Siti Fatimah dengan Sayyidina Ali.  Nama asli Sunan Kudus adalah Ja’far Shadiq. Dia mendapatkan gelar raden karena ayahnya merupakan senopati atau panglima pada masa pemerintahan Kesultanan Demak. Selain iu juga mendapat julukan Raden Amir Haji.

Sebab ketika menunaikan haji, Sunan Kudus selalu mendapat peran sebagai pemimpin rombongan atau amir. Sedangkan nama Sunan Kudus karena memilih Kudus sebagai tempat berdakwah. Sunan Kudus dikenal sebagai sosok yang sangat menghargai agama lain, seperti Buddha dan Hindu. Ada cerita ketika Sunan Kudus mulai berdakwah. Suatu ketika, Sunan Kudus membeli sapi berukuran besar dan didatangkan dari India.

Ukuran sapi yang sangat besar menarik perhatian masyarakat. Terlebih ketika itu masyarakat Kudus mayoritas beragama Hindu. Dalam ajaran Hindu, sapi adalah hewan suci karena dianggap sebagai kendaraan yang digunakan para dewa. Sunan Kudus kala itu menyebut bahwa sapi tersebut adalah peliharaannya. Dia juga tidak memperkenankan orang menyakiti sapi peliharaannya, apalagi sampai membunuh. Sunan Kudus melarang pengikutnya untuk menyakiti dan membunuh sapi.

Masyarakat pemeluk agama Hindu kala itu kagum dengan Sunan Kudus. Mereka mulai bersedia untuk mendengarkan ceramah serta dakwah dari Sunan Kudus.

Berangkat dari hal itu, larangan untuk membunuh sapi masih diterapkan oleh masyarakat Kudus. Setiap hari raya Idul Adha, masyarakat Kudus lebih memilih untuk berkurban kerbau.

Pendekatan dakwah Sunan Kudus juga melalui arsitektur. Ketika membangun sarana dan prasarana yang akan dipakai masyarakat, Sunan Kudus menggabungkan corak dari Islam dan Hindu.

Contohnya adalah Menara Kudus yang memiliki unsur arsitektur Islam dan Hindu. Sunan Kudus sangat menghormati orang-orang yang memiliki kepercayaan lain dan tidak mau memaksa mereka untuk masuk Islam.  Sikap ini membuat warga segan dan sangat menghormati Sunan Kudus.

Secara berlahan, mereka bisa menerima ajaran Islam. Sunan Kudus juga menyempurnakan alat-alat pertukangan yang berhubungan dengan teknik pandai besi, kerajinan emas, dan keris pusaka dengan unsur Islami.

Pada tahun 1530, Sunan Kudus mendirikan sebuah masjid yang kini dikenal dengan nama Masjid Agung Kudus. Masjid berada di alun-alun kota Kudus. Pada tahun 1550, Sunan Kudus wafat dan dimakamkan di lingkungan Masjid Menara Kudus.

Demikian nama asli Sunan Kudus serta perannya dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *