Perkuat Kapasitas Pengelola Media Sosial, Pemkab Sleman Lakukan Bimtek

oleh
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Media Sosial yang berlangsung di Aula Bappeda Sleman.
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Media Sosial yang berlangsung di Aula Bappeda Sleman.

yogyanews.com, Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memperkuat kapasitas pengelola media sosial melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Media Sosial yang berlangsung di Aula Bappeda Sleman, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang diikuti para pengelola media sosial perangkat daerah se-Kabupaten Sleman ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Sleman mengoptimalkan media sosial sebagai kanal komunikasi publik yang informatif, interaktif, dan responsif. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kominfo Sleman, Aisyah Inayati Suryani, saat membuka kegiatan.

“Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian merupakan ujung tombak publikasi pemerintah daerah di media sosial. Karena itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengelola media sosial, khususnya dalam fotografi, videografi, dan penyuntingan konten menggunakan smartphone. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi konten digital, efektivitas penyebarluasan informasi, serta mendukung terwujudnya komunikasi publik Pemkab Sleman yang informatif dan berdampak,” kata Ina.

Melalui Bimtek tersebut, para peserta mendapatkan penguatan mengenai strategi pengelolaan media sosial pemerintah, mulai dari perencanaan konten, pemilihan isu, pengemasan pesan, pemanfaatan berbagai platform digital, hingga evaluasi performa konten.

Ina mengatakan pengelolaan media sosial pemerintah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas publikasi kegiatan, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk menyampaikan informasi program dan kebijakan pemerintah secara cepat, mudah dipahami, serta menjangkau masyarakat luas.

“Nah, itu bagaimana kita menampilkan diri kita yang nanti masyarakat itu jadi tahu peran dari pemerintah khususnya dinas yang Bapak dan Ibu bawa itu seperti apa. Oleh karenanya, Bapak Ibu sekalian, hari ini kita tidak terbatas menyajikan konten yang menarik, yang mudah dilihat, tapi juga yang orang tahu secara keseluruhan terkait dengan dinas kita,” tutur Ina.

Baca Juga  Marak Pengelola Parkir Ilegal di Sleman, Begini Penjelasan Bupati

Pada kesempatan itu, Managing Director – GOVE Digital Agency, Desi Ana Budi Nur Cahyani selaku narasumber pertama mengatakan perkembangan media sosial semakin dinamis. Hal ini mendorong pemerintah untuk beradaptasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Tidak cukup mengandalkan konten formal dan seremonial, pemerintah perlu menghadirkan konten yang relevan, menarik, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Desi.

Menurutnya, sejumlah tren komunikasi digital perlu menjadi perhatian pengelola media sosial pemerintah. Di antaranya ialah menjadikan media sosial sebagai mesin pencari informasi, mengedepankan relevansi dan dampak, melakukan eksperimen dalam pengemasan konten, membangun keterlibatan komunitas, serta menyesuaikan strategi komunikasi dengan karakteristik masing-masing kanal media sosial.

“Nah, PR-nya memang ketika kita (pemerintah) menggunakan karakter dari masing-masing media sosial iuntuk konten akan jauh lebih banyak. Karena setiap media punya karakter konten yang berbeda-beda, enggak bisa dimirip-miripin gitu. Tapi tergantung dari kebutuhan gitu, itu bisa disesuaikan juga,” tandasnya.

“Kanal media sosial saat ini memiliki beberapa ciri khas dan positioning. Instagram dan facebook itu kanal utama untuk promosi, publikasi dan sharing informasi internal. Tiktok itu konten video lucu dengan gap admin-audiens yang cukup kecil. X untuk utas dan konten teks dengan pendekatan semiformal. Kemudian youtube untuk video panjang yang utama dan short pendukungnya, “sambung Desi.

Sementara itu, tim pengelola media sosial Kabar Sleman, Agastya Dedy Kusuma selaku narasumber kedua menuturkan dalam konteks komunikasi publik, setiap perangkat daerah diharapkan mampu menyajikan informasi yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. Konten yang diproduksi juga perlu memperhatikan kebutuhan dan karakteristik audiens, namun tetap dalam lingkup pemerintahan. Dengan begitu, pesan pemerintah dapat tersampaikan secara efektif melalui platform yang tepat.

Baca Juga  Hastag Usut Tuntas Kanjuruhan Kembali Menggema DI Tweetter

“Tentunya tantangannya beda dengan kontennya influencer atau konten kreator. Konten kreator dari awal dia memang sudah bikin konten yang, yang, yang disukai masyarakat, yang ringan. Nah, kita di pemerintahan, tantangannya adalah bagaimana caranya supaya konten yang kita buat itu bisa menarik perhatian masyarakat,” jelas Agas.

“Prinsip yang kami (Kabar Sleman) pakai dalam membuat konten adalah tampilkan manfaat apa yang bisa didapat oleh masyarakat. Jadi, itu, itu prinsip utama. Jadi, apapun kegiatannya, apapun yang kami konten, sebisa mungkin, point of view manfaat untuk masyarakat,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, peserta diajak untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan konten berupa video pendek. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, dengan masing-masing kelompok didampingi oleh tim konten media sosial Kabar Sleman.

Melalui Bimtek ini, pengelola media sosial Pemkab Sleman diharapkan mampu menghasilkan konten yang kreatif, relevan, dan berdampak, sekaligus memperkuat keterbukaan informasi serta pelayanan publik yang informatif, transparan, dan responsif.(Ewi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *