Tommy Maulana Samudra: Selamat Ketua Askab PSSI Kulon Progo Terpilih, Stop Pertengkaran

by -12 views
“Harapannya Askab (Asosiasi Kabupaten PSSI) bisa menjadi motor penggerak utama dalam pembinaan sepak bola usia dini yang berjenjang dan transparan, sekaligus mencetak bibit-bibit unggul lokal yang berkualitas”, ucap Tommy.(foto/dok)

Yogyanews.com — Bursa Calon Ketua Askab PSSI Kulon Progo akhirnya mengerucut pada dua nama yakni, Nasib Wardoyo dan Muhtarom Asrori.

“Siapapun yang terpilih diharap mampu mengangkat Sepak Bola di Kabupaten Kulon Progo,” ujar Pemerhati Sepak Bola Tommy Maulana Samudra.

Tommy yang juga pernah menjabat sebagai Sekjen Asprov PSSI Lampung Periode 2008-2012 dan Manajer Lampung FC saat berlaga di Liga 2 periode 2013-2017 ini menyampaikan harapan besar tentang sepak bola di Bumi Binangun.

“Harapannya Askab (Asosiasi Kabupaten PSSI) bisa menjadi motor penggerak utama dalam pembinaan sepak bola usia dini yang berjenjang dan transparan, sekaligus mencetak bibit-bibit unggul lokal yang berkualitas”, ucap Tommy.

Tommy Juga menyampaikan agar siapapun yang terpilih sebagai Ketua Askab PSSI yang baru nanti bisa Fokus pada tiga hal yaitu pertama Pembinaan Akar Rumput.

Seperti mengembangkan akademi dan kompetisi lokal secara konsisten (seperti festival/turnamen rutin untuk kelompok umur) agar talenta daerah dapat tergali maksimal.

Lalu terjadi Kolaborasi Kuat dan Sinergi yang baik dengan pemerintah daerah dan klub-klub internal demi kelancaran fasilitas serta pendanaan.

Selanjutnya membangun manajemen profesional menjaga transparansi, menghilangkan unsur politis, dan mengutamakan profesionalisme dalam menjalankan roda organisasi.

Menanggapi tentang PERSIKUP yang bertahun-tahun stagnan, Tommy juga menyampaikan, sebenarnya ranah Askab dan Klub itu Berbeda namun menjadi satu kesatuan.

“Askab lebih ke mengelola organisasi dan Pembinaan Atlit, sedangkan klub itu profesional, klub adalah Industri, sehingga ranah pengelolaanya berbeda namun keduanya saling berkaitan dan synergy, ini banyak yang salah kaprah dalam bersikap, “katanya.

Sebab klub profesioanl memiliki manajemen sendiri diuluar PSSI apalagi klub tersebut sudah professional karena semakin tinggi kasta klub harus bersifat Perusahaan Terbatas (PT).

“Sehingga kalau Persikup ingin lebih berbicara di kancah nasional, Persikup harus dipegang oleh orang-orang yang benar benar Konsentrasi, Mengerti dan Gila Sepak Bola, tiga unsur itu harus terpenuhi dulu terlepas dari Kebutuhan Financial tentunya”, imbuh Tommy.

Tommy tidak menampik, pengelolaan Askab yang baik dan benar bisa mendongkrak klub yang berada di naungan Askab, sebab jika Askab terkelola dengan baik, tentunya akan menghasilkan bibit-bibit maestro lapangan hijau yang baik yang mana itu akan sangat menguntungkan Klub Persikup Kulon Progo.

“Membangun sepak bola di daerah tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri atau parsial, akan tetapi memerlukan kerja kolaboratif, butuh orkestrasi yang singkron dan harmoni dari berbagai pihak,” ujarnya.

Termasuk Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, sehingga komitmen untuk bersama-sama membangun olah raga sepak bola antara Askab, Klub, Pemerintah Daerah dan Stakeholder harus benar-benar selaras.

“Setelah terpilihnya Ketua Askab PSSI Kulon Progo yang baru nanti, saya berharap semua bersatu, jangan ada yang bertengkar, agar kita benar-benar bisa memajukan sepak bola di Kabupaten Kulon Progo kedepannya, ini semua perlu kita lakukan agar olahraga sepakbola di Kabupaten Kulon Progo menjadi maju, berkembang serta Berprestasi”, Tutup Tommy.

Liputan : Suyono Sugondo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *