119 Orang Jadi Korban Snapboost Mereka Minta Proses Hukum Ditingkatkan ke Penyidikan

by -7 views
Ia juga mengaku tidak tahu apa kaitannya antara Mentor Utama Kulon Progo ini dengan PT Clot Fas Kids, meski mereka mengirim uang penyertaan permainan kepada perusahaan tersebut melalui transfer.(foto/ist)

Yogyanews.com – Sebanyak 119 orang warga Warga Kulon Progo kena tipu permainan penggandaan uang atau bisnis pelipatan uang dengan permainan cepat Snapboost.

Ratusan warga Kulon Progo ini tergiur ikut memasok uang ke rekening pengelola Aplikasi Snapboost karena banyak iming-iming ditawarkan.

Yakni, mendapat keuntungan 1,8 persen setiap hari dari berapapun uang yang diikutkan dalam permainan Snapboost dan bisa diambil kapan saja dengan mudah.

Lalu, jika peserta melakukan top up atau pengiriman dana penyertaan sebesar 1000 dollar (US) ataiu sedikitnyas Rp 16.750 maka akan mendapatkan kupon undian berupa motor Yamaha N Max.

Namun sampai aplikasi permainan penggandaan uang dengan cepat ditutup (tidak bisa dibuka lagi) pada 17 April 2026 lalu, baru beberapa orang yang bisa menarik keuntungannya dan belum ada yang mendapatkan kupon Yamaha N Max.

“Padahal saya dan istri sudah memiliki dana penyertaan Rp 44 juta rupiah, tapi baru bisa ambil keuntungan sekali di awal-awal sebesar Rp 2,5 juta dan tidak mendapatkan kupon N Max seperti yang dijanjikan mentor,” ujar Kiai Ayat Raman, warga Kanoman, Panjatan, Kulon Progo ketika ditemui, Jumat (1/5/2026).

Karena rata-rata kondisi peserta mengeluh seperti itu maka beberapa warga sepakat melaporkan mentor dan perusahaan pengelola Snapboost ini ke polisi tanggal 15 April 2026 lalu, Reskrim Polres Kulon Progo.

Dan mulai tanggal 17 April 2006, aplikasi snapboost ditutup total atau hilang dari peredaran tanpa pemberitahuan.

Sehingga peserta permainan ini tidak bisa lagi mengembangkan mimpi untuk kaya mendadak karena melalui aplikasi itu setiap peserta wajib melakukan like atas permainan konten yang disuguhkan.

“Setiap peserta itu harus like konten tersebut di semua media sosial, terutama IG, FB, Tik Tok dan  you tube. Tetapi warga rata-rata me-like konten di Tik Tok karena mudah,’ katranya.

“Kami itu manut sama arahan Mentor Utama Snapboost wilayah Kulon Progo yakni Mas Yoyok, yang beralamat di Karangsari Pengasih Kulon Progo,” ujar Sugiyanto salah satu korban.

Ia mengaku dialah yang mengajak semua warga ini untuk bergabung di Snapboost lalu akhirnya menular ke sanak family, teman dan orang lain secara cepat.

Sugiyanto mengatakan, mereka tertarik untuk ikut melakukan bisnis melalui Permainan Cepat Penggandaan Uang karena memang setelah dihitung-hitung untungnya gede juga.

Ternyata nggak tahunya permainan ini bohong seperti halnya tawaran investasi di beberapa platform yang telah ada sebelumnya.

“Saya belum pernah mencairkan sama sekali, tetapi saya juga rajin nge-like agar point terus bertambah, itu syaratnya nambah uangnya di snapboost. Like setiap saat, “ ujarnya.

Apa yang dia like dari permainan ini, Sugiyanto tidak bisa menjawab, karena perintahnya mentor utama yakni Mas Yoyok hanya yang penting like disetiap permainan yang disaksikan.

Setelah melapor polisi beserta 6 orang korban lainnya mewakili 119 orang korban keseluruhan ia berharap kasus ini segera dinaikan ke penyidikan atau ditetapkan tersangkanya.

“Karena kami tahunya di Kulon Progo ini Mas Yoyok sebagai mentor utama Snapboost maka dia yang yang kami laporkan telah ingkar janji dan melakukan penipuan,”ajar Sugiyanto.

Ia juga mengaku tidak tahu apa kaitannya antara Mentor Utama Kulon Progo ini dengan PT Clot Fas Kids, meski mereka mengirim uang penyertaan permainan kepada perusahaan tersebut melalui transfer.

Liputan : Suyono Sugondo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *