Yogyanews.com – Aksi menjual kemiskinan Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko akhirnya membuahkan hasil.
Pertama kali ia datang ke Komisi IX DPR RI untuk meminta dukungan dan perhatian mengenai pentingnya pembangunan Rumah Sakit di Kulon Progo Utara yang meliputi Kapanewon Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo dan Nanggulan.
Apalagi Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko hanya meminta Rumah Sakit Tipe D atau sekelas Poliklinik Pratama, dan nantinya bisa dikembangkan.
Komisi IX pun merespon dengan cepat, dan mendukung adanya Rumah Sakit di wilayah yang akses kesehatannya susah dengan geografis yang teramat sulit.
Kedua mengenakan seragam Sekolah Dasar Putih Merah Ambar Purwoko kembali menjual kemiskinan ke Kemenkes, dengan mengatakan seragam SD ini sebagai bukti ketulusan dan kejujuran.
Aksi ini bahkan sempit diunggah melalui media sosial Ambar Purwoko dan dilihat ratusan orang netizen dengan berbagai komentar.
Maka Kemenkes pun merespon permintaan Ambar Purwoko dan Bupati Kulon Progo Agung Setyawan dengan cepat, berbarengan dengan target pembangunan 100 rumah sakit baru oleh Presiden Prabowo.
Maka disepakatilah dana sebesar Rp 170 miliar untuk membangun Rumah Sakit diwilayah yang lokasinya sulit diakses tersebut.
Tetapi ternyata apa yang disampaikan oleh Bupati- Wakil Bupati Kulon progo tersebut tidak melalui proses taren tinaren dengan DPRD Kulon Progo dan masyarakat.
“DPRD tidak pernah diajak bicara soal usulan pembangunan Rumah Sakit tersebut sampai detik ini,” ujar Anggota Komisi 2 DPRD Kulon Progo Nasib Wardoyo, malam ini, Kamis (1/10/2026).
Kalau sekarang ditolak warga saat akan menggunakan Lapangan Dekso sebagai lahan pembangunan Rumah Sakit, itu akan menjadi masalah tersendiri antara Pemda Kulon Progo dengan masyarakat dan Pemda Kulon Progo dengan Pemerintah Pusat.
“Ini perlu dicari solusinya, terburuknya, ya Pemda Kulon Progo membatalkan rencana pembangunan Rumah Sakit tersebut atau secara cepat bisa mencari lahan lain baik itu lahan Sultan Ground atau Kas Desam atau bisa beli dari penduduk,” katanya.
Kalau tidak teratasi masalah ini, akan menjadi ganjalan dan buruknya komunikasi antara Pemda Kulon Progo dengan Pusat, jelas Nasib Wardoyo.
Nasib Wardoyo meminta Ketua DPRD Kulon Progo turun tangan memanggil Bupati – Wakil Bupati diajak rapat kerja dan menjelaskan proses pengajuan pembangunan Rumah Sakit tersebut ke Kemenkes RI.
Wakil Bupati Ambar Purwoko ketika dihubungi mengatakan, pihaknya harus sabar untuk mencari solusi yang baik untuk semua pihak.
“Sabar, kami sedang mencari solusi yang terbaik untuk semua pihak,” ujarnya melalui pesn singkat Kamis (1/10/2026) siang.
Tokoh masyarakat Dekso, Banjararum, Kalibawang, Kulon Progo Suprapto ketika diminta keterangannya mengatakan, usulan pembangunan Rumah Sakit lazimhya pasti sudah dalam bentuk proposal.
“Dan pasti dalam proposal ke Kemenkes sudah menunjuk lokasi tempat rumah sakit akan dibangun,” ujarnya.
Tetapi ia menegaskan, bahwa masyarakat belum pernah diajak bicara masalah ini sebelumnya, maka ini tidak bagus.
Selain Lapangan Dekso juga merupakan lahan kegiatan banyak kelompok masyarakat, baik olahraga, industri UMKM, maupun kedinasan di tingkat Kalurahan dan Kapanewon.
“Kalau lapangan Dekso hilang berubah jadi Rumah Sakit kegiatan masyarakat kacau, tidak punya tempat lagi, tempat ini juga merupakan wajah kota,” katanya.
Ia menegaskan, masyarakat akan menghadap audiensi dengan DPRD Kulon Progo terkait masalah Lapangan Dekso yang diminta untuk Rumah Sakit oleh Bupati – Wakil Bupati, beberapa hari lalu.
“Agar semua klir, tidak ada dusta diantara kita, karena kami takut dituduh menjadi rakyat yang mbalelo atau tidak mendukung pemerintahan, tetapi tentu semua butuh prosedur,” tegasnya.
Liputan : Suyono Sugondo

