Yogyanews.com, KULON PROGO – Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) membuka peluang bagi produk unggulan Kulon Progo menembus pasar nasional. Bandara internasional tersebut diharapkan tak sekadar menjadi gerbang wisatawan, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat melalui perluasan akses pasar UMKM.
Peluang itu mengemuka dalam Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) Kadin Kulon Progo, Jumat (9/10/2026), yang membahas evaluasi organisasi dan prioritas program kerja 2027.
Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., mendukung langkah Kadin memperkuat daya saing UMKM. Menurutnya, posisi strategis Kulon Progo sebagai lokasi YIA perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperluas jaringan pemasaran.
Produk kuliner, olahan pertanian, kerajinan, hingga industri kreatif berpeluang menjangkau konsumen lebih luas. Kadin diharapkan menjembatani pelaku usaha dengan pengelola bandara, industri perhotelan, distributor, serta jaringan perdagangan nasional.
Ketua Kadin Kulon Progo Nanang Sukrisna menekankan tiga prioritas organisasi, yakni penguatan kelembagaan dan manfaat keanggotaan, peningkatan investasi serta peluang usaha, dan pengembangan UMKM berbasis potensi ekonomi lokal.
Sinergi dengan pemerintah daerah, Kadin DIY, dan pelaku usaha dinilai penting agar program yang disusun memberikan manfaat nyata bagi perekonomian Kulon Progo.
Rapimkab turut dihadiri Wakil Ketua Umum Koordinator II Kadin DIY Gunarta Adibrata yang memberikan sambutan mewakili Ketua Umum Kadin DIY GKR Mangkubumi.
Di sela kegiatan, Bupati bersama Wakil Ketua Umum Koordinator I Kadin DIY Robby Kusumaharta mengunjungi kebun hidroponik PT Lentera Agropedia Nusantara di Hargomulyo, Kokap. Keduanya melihat pengembangan pertanian modern sekaligus memetik melon hasil budidaya setempat.
Kunjungan tersebut menunjukkan potensi pertanian berbasis teknologi dalam meningkatkan nilai tambah produk dan membuka peluang kemitraan.
Melalui Rapimkab, Kadin Kulon Progo menargetkan program kerja 2027 yang lebih konkret, terutama dalam memperluas pasar, menarik investasi, dan memperkuat daya saing UMKM.
Keberhasilan pemanfaatan YIA kelak tak hanya diukur dari arus wisatawan, tetapi juga dari kemampuan produk lokal menjangkau pasar yang lebih luas.(ewi)

