Darurat! Kulonprogo Utara Butuh Rumah Sakit Tipe A

by -1,679 views
Wakil Ketua DPRD Kulon Progo, Lajiyo Yok Mulyono

Yogyanews.com, Kulon Progo – Susahnya mendapatkan layanan kesehatan ternyata masih menjadi problem rumit bagi hampir 150 ribu jiwa warga di wilayah Kulon Progo utara.

Terutama mereka yang berada di wilayah pedesaan di Kapanewon Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang dan Nanungglan.

Dalam kondisi darurat atau jika warga memerlukan penanganan intensif rawat inap misalnya, mereka kebanyakan lari keluar wilayah.

“Mereka larinya ke rumah sakit di Magelang Jawa Tengah, sebagian ada yang ke Purworejo, serta ke Sleman, DIY, itu realitasnya,” ujar Wakil Ketua DPRD Kulon Progo, Lajiyo Yok Mulyono, Rabu (30/7/2025).

Karena di wilayah ini tidak ada rumah sakit, baik swasta maupun negeri. Yang ada hanya Puskesmas, papar politisi Partai Gerindra ini.

“Ada satu rumah sakit lama, namanya Rumah Sakit Boro, hanya sekelas poliklinik sangat tidak lengkap, tenaga medis saja kita bantu,” tambahnya.

Sementara pemukiman warga di wilayah ini berada di lereng-lereng pegunungan, dengan kondisi jalan yang buruk serta berbahaya.

Mereka ada di zona yang tidak mudah untuk dijangkau layanan kesehatan cepat, mudah dan murah. Karena secara geografis memang berada di wilayah yang susah.

“Maka di wilayah ini mendesak didirikan rumah sakit umum (RSU) yang lengkap setidaknya rumah sakit tipe A,” katanya menjelaskan.

Mereka juga rakyat Kulon Progo yang selama ini terlibat dalam berbagai proses politik baik Pemilu maupun Pilkada. Tetapi berkali-kali pemilu dan berulangkali pilkada situasi ini tidak berubah.

“Pelayanan kesehatan bagi mereka ternyata masih menjadi problem rumit dan mahal. Dampaknya apa, mereka banyak membuang uang di luar wilayah,” tambahnya.

Lajiyo Yok Mulyono mengatakan, jika sepakat ada pembangunan kota kedua di Kulon Progo maka sebaiknya ada di wilayah ini.

Masyarakat di wilayah ini sudah terlalu lama dalam kondisi begini, maka sekarang saatnya seluruh kekuatan diarahkan ke wilayah Kulon Progo utara.

“Di sini butuh kampus, perguruan tinggi, rumah sakit dan pusat perbelanjaan dan perbaikan infrastruktur. Kalau fasilitas itu ada, dipastikan uang tidak banyak beredar ke luar wilayah,” tegasnya.

Karena belanja kesehatan, belanja pendidikan, dan belanja kebutuhan sehari-hari warga di wilayah ini lebih banyak ke Magelang, Purworejo dan Sleman.(ewi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *