Yogyanews.com – Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhamad Nas mengungkapkan kehadiran anggotanya saat aksi demo di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6/2026) kemarin merupakan permintaan langsung dari kepolisian.
Dalam keterangan resminya, Kapuspen TNI menyatakan personel TNI tidak menangani massa aksi secara langsung. Kedatangan tentara hanya sebagai dukungan jika polisi sudah tidak bisa mengendalikan massa.
“Mereka bertugas memberikan dukungan tambahan jika Kepolisian menghadapi kesulitan serius,” katanya.
Muhammad Nas mengatakan bahwa penanganan demonstrasi merupakan tanggung jawab kepolisian sepenuhnya. Ia menegaskan bahwa kepolisian tetap menjadi garda terdepan dan memiliki otoritas penuh dalam penanganan unjuk rasa.
“TNI tidak akan mengambil peran penegak hukum dalam menindak massa aksi, melainkan berfokus pada aspek dukungan logistik atau pengamanan area tertentu,” terangnya.
Dukungan yang diberikan oleh TNI biasanya mencakup pengamanan objek vital, pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi demo, atau penyediaan personel cadangan.
Sebelumnya diberitakan bahwa ribuan mahasiswa yang didominasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan mahasiswa Jabodetabek menggelar aksi demonstrasi di Bundara HI Jakarta pada Jumat (12/6/2026).
Dalam aksi ini para mahasiswa menyuarakan lima tuntutan utama kepada pemerintah.
Pertama, menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kedua, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
Ketiga, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Keempat, menghentikan militerisme di ranah sipil.
Kelima, mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.
Aksi demo ini menjadi sorotan setelah sebagian bus yang membawa massa aksi tidak dapat menuju lokasi demonstrasi seperti rencana awal.
Dari video yang beredar di media sosial, sempat terjadi perdebatan antara mahasiswa dan polisi yang menghalau laju mereka.
Bahkan petugas meminta aksi demo dilakukan di kawasan Gedung DPR RI bukan Bundaran HI dengan alasan agar tidak menganggu masyarakat dan pengguna jalan.
Tak cuma itu, kehadiran personel TNI di lokasi demo juga menjadi sorotan publik. Dalam video yang beredar di sosial media para tentara ikut serta memblokade massa yang hendak menuju Bundara HI bersama personel polisi.
Liputan: Bagus Aryo






