Kibarkan Bendera PDIP di Puncak Gunung Kerinci, Hasto Kristoyanto: Satyam Eva Jayate, Kebenaran akan Menang!

oleh
Hasto Kristiyanto mengibarkan bendera PDIP di puncak Gunung Kerinci. (Foto: instagram.com/@sekjenpdiperjuangan)
Hasto Kristiyanto mengibarkan bendera PDIP di puncak Gunung Kerinci. (Foto: instagram.com/@sekjenpdiperjuangan)

Yogyanews.com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyampaikan pesan emosional setelah berhasil mencapai puncak Gunung Kerinci, Jambi dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, (22/6/2026).

Dengan membawa bendera PDIP, Hasto menapaki puncak gunung api tertinggi di Indonesia dan memberikan pesan untuk seluruh kader PDIP se-Indonesia.

“Merdeka, hari ini dalam rangka Bulang Bung Karno, bendera PDI Perjuangan berkibar dengan gagah perkasa di puncak Gunung Kerinci,” ujar Hasto mengawali pesannya sebagaimana diunggah di akun Instagram @sekjenpdiperjuangan.

Hasto menambahkan bekribarnya bendera PDIP di puncak Kerinci melambangkan tekad dan semangat juang dengan mengambil seluruh api perjuangan dari Soekarno dan Megawati Soekarno Putri.

Semangat tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata bagi Indonesia, dengan mencintai bumi, merawat pertiwi, dan menggelorakan keberpihakan kepada rakyat marhaen.

Kepada para kader PDIP, Hasto mengajak untuk menggelorakan semangat cinta tanah air dan menjadikan politik sebagai jalan pengabdian kepada masyarakat.

“Karena oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, kami diajarkan bahwa politik itu digerakkan oleh nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan kebangsaan, demokrasi, dan keadilan sosial,” ujarnya.

Hasto mengatakan Megawati juga mengajarkan para kader untuk memiliki keyakinan politik, keteguhan sikap, dan keberanian dalam memperjuangkan kebenaran.

“Dari keyakinan dan keteguhan itu akan lahir keberanian, dan dari keberanian akan lahir kebenaran, dan selanjutnya menciptakan kesabaran, hingga kebenaran Satyam Eva Jayate, pada akhirnya kebenaran akan menang,” kata Hasto.

Di puncak Gunung Kerinci, Hasto pun menyempatkan diri untuk berdoa bagi nusa bangsa, terlebih dalam kondisi saat ini.

“Meskipun saya bukan pemanjat gunung, dari atas puncak ini kita bisa berkontemplasi, sembari mendoakan ibu Megawati dan keluarga, serta bangsa dan negara kita dalam kondisi seperti sekarang ini,” ungkap Hasto.

Baca Juga  Raja Keraton Surakarta, Kanjeng Sunan Pakubuwono XIII Hangabehi Wafat Minggu (2/11/2025).

Liputan: Suyono Sugondo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *