Penutupan Lomba Budaya Kemataraman dan Edu Expo SD 2026: Gemerlap Kulon Progo Rayakan Generasi Pencinta Budaya

oleh
Sambutan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo Drs. Nur Wahyudi, M.M. dalam rankaian penutupan Lomba Budaya Kemataraman dan Edu Expo Tahun 2026 Kamis (30/7/2026)
Sambutan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo Drs. Nur Wahyudi, M.M. dalam rankaian penutupan Lomba Budaya Kemataraman dan Edu Expo Tahun 2026 Kamis (30/7/2026)

yogyanews.com, Wates — Suasana Gedung Kesenian Kulon Progo sore ini terasa istimewa. Bukan hanya oleh gemerincing tembang Jawa dan lenggak-lenggok tari klasik anak-anak sekolah dasar, tetapi juga oleh haru yang menyeruak dari wajah para guru, orang tua, dan pendamping yang menyaksikan buah kerja keras putra-putri mereka dipentaskan di panggung penutupan Lomba Budaya Kemataraman dan Edu Expo Jenjang SD Tahun 2026.

Rangkaian kegiatan yang telah bergulir sejak 28 hingga 30 Juli 2026 ini merupakan kelanjutan dari Lomba MTQ Pelajar Jenjang SD yang lebih dahulu digelar pada 27 Juli 2026. Diikuti oleh peserta didik dari 12 kapanewon se-Kabupaten Kulon Progo, kegiatan ini mengangkat tema “Membentuk Karakter Mulia, Generasi Unggul dan Berprestasi untuk Kulon Progo Maju” — sebuah tema yang menegaskan bahwa pendidikan sejati tidak berhenti pada kecerdasan akademik semata, melainkan juga menumbuhkan pribadi yang berbudaya, disiplin, dan mencintai warisan leluhur. Jumlah pengunjung Edu Expo 2026 ini juga sangat fantastis, hari pertama tercatat 7.677 pengunjung, hari kedua sebanyak 14.282 pengunjung, dan hari ketiga sebanyak 28.679 pengunjung.

Empat cabang lomba turut mewarnai kemeriahan Kemataraman tahun ini, yakni Maos Aksara Jawa, Ngudar Kawruh, Gladi Kawruh atau Lomba Cerdas Cermat Basa Jawa, serta Tari Klasik Tradisional. Di sisi lain, Edu Expo menjadi panggung unjuk gagasan bagi satuan pendidikan untuk menampilkan inovasi, karya, dan kreativitas anak-anak dari seluruh penjuru Kulon Progo — dari utara yang berbukit hingga selatan yang berpantai.

Pada penghujung acara, panitia mengumumkan capaian membanggakan dari ajang Edu Expo. Kapanewon Panjatan dinobatkan sebagai Stand Terbaik I, disusul Kapanewon Lendah di peringkat Terbaik II, dan Kapanewon Kokap meraih Terbaik III. Sementara itu, predikat Stand Terfavorit disematkan kepada Kapanewon Temon, dan gelar Stand Terinovatif menjadi milik Kapanewon Girimulyo atas gagasan segar dan orisinalitas penyajian yang ditampilkan.

Baca Juga  Siapkan Strategi! Ini Peluang Bisnis yang Diramal Paling Menguntungkan Tahun 2024

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berkarya dan kecintaan pada budaya lokal telah tumbuh merata di seluruh wilayah Kulon Progo — bukan hanya milik satu atau dua kapanewon, melainkan kekayaan bersama yang terus dirawat dari Sungapan hingga Purwoharjo, dari Sermo hingga Glagah.

Sambutan Bupati Kulon Progo pada kesempatan ini disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia, Drs. H. Riyadi Sunarto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo beserta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan tertib dan penuh semangat sejak 28 hingga 30 Juli 2026.

Pesan yang paling menggetarkan hati dari sambutan tersebut adalah pengingat bahwa kemenangan sejati bukan hanya ditentukan oleh piala atau penghargaan, melainkan oleh bertambahnya pengalaman, tumbuhnya rasa percaya diri, dan lahirnya semangat untuk terus belajar. Bagi anak-anak yang belum berkesempatan menjadi juara, disampaikan pesan penuh kasih agar tidak berkecil hati, sebab setiap anak memiliki potensinya masing-masing, dan pintu prestasi akan selalu terbuka bagi mereka yang mau terus berusaha.

Ditegaskan pula bahwa pelestarian budaya bukan tanggung jawab pemerintah semata, melainkan hasil kolaborasi erat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Anak-anak yang hari ini mampu menari, membaca aksara Jawa, dan melantunkan tembang dengan baik adalah bukti nyata bahwa nilai-nilai luhur budaya Jawa tetap lestari di tengah derasnya arus ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini.

Acara penutupan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, jajaran pejabat struktural Dikpora, para pengawas Sekolah Dasar, Ketua K3S se-Kabupaten Kulon Progo, perwakilan sponsor kegiatan, serta kepala sekolah dan guru pendamping dari 12 kapanewon yang telah setia mendampingi anak didiknya sejak hari pertama perlombaan.

Baca Juga  PSW Putri Binangun Gelar Festival Sepakbola Putri U-12 Sabtu - Minggu 30-31 Mei 2026 di Cangkring

Panitia penyelenggara turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk para mitra dan penyandang dana yang telah berkontribusi demi suksesnya perhelatan budaya tahunan ini, antara lain : BPD DIY Cabang Wates, BPR Bank Kulon Progo, CV. Aksara Pratama Media, CV. Inti Prestasi, CV. Nirwana Ilmu, Toko Siswa Siswi, CV. Putra Abbas dan KPN Mekar.

Lomba Budaya Kemataraman dan Edu Expo Tahun 2026 resmi ditutup dengan haru dan bangga. Bukan sekadar ajang kompetisi, kegiatan ini telah menjadi ruang tumbuhnya karakter, kreativitas, dan kecintaan anak-anak Kulon Progo terhadap akar budayanya sendiri. Di balik setiap gerak tari, setiap aksara yang dibaca, dan setiap tembang yang dilantunkan, tersimpan harapan besar: bahwa kelak, dari tangan-tangan kecil inilah, budaya Jawa akan terus hidup, dan Kulon Progo akan terus melangkah maju.

Liputan : Amin Semita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *