Kulon Progo, Yogyanews – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) agar berlangsung dalam suasana yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi anak.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Pelatihan Teknis Fasilitasi yang Ramah Anak bagi Pendidik PAUD yang digelar pada 26–29 Agustus 2026 di Omah Beji, Wates.
Pelatihan ini diikuti para pendidik PAUD dan guru TK dengan menghadirkan narasumber dari Tim Gugah Nurani Indonesia. Materi pelatihan diarahkan untuk memperkuat kemampuan pendidik dalam menciptakan proses pembelajaran yang memperhatikan pengalaman, kebutuhan, serta potensi setiap anak.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kulon Progo, Nur Wahyudi. Ibu PAUD Kabupaten Kulon Progo, Nuraini Mufida, juga hadir dan memberikan arahan mengenai pentingnya peningkatan mutu layanan pendidikan anak usia dini.
Dalam arahannya, Nuraini menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak cukup diukur dari seberapa banyak materi yang telah diberikan kepada anak.
Menurutnya, pendidik perlu melihat lebih jauh pengalaman yang dirasakan anak selama mengikuti kegiatan di satuan PAUD.
“Apakah anak merasa aman? Apakah anak merasa diterima? Apakah anak bahagia? Apakah anak mendapatkan kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya?” katanya.
Pertanyaan tersebut, lanjut Nuraini, penting dijadikan bahan refleksi bersama oleh para pendidik untuk terus memperbaiki kualitas layanan PAUD.
Ia berharap satuan PAUD dapat menjadi tempat yang terasa seperti rumah kedua bagi anak. Lingkungan tersebut harus memberikan ruang bagi anak untuk belajar berdasarkan rasa ingin tahu, bermain tanpa rasa takut, membangun pertemanan tanpa diskriminasi, serta memperoleh pengalaman positif selama berada di sekolah.
“Marilah kita bersama-sama mewujudkan PAUD yang aman bagi setiap anak, inklusif bagi setiap perbedaan, dan berpusat pada kebutuhan serta potensi anak,” pesannya.
Nuraini juga menyinggung upaya pemerintah mendorong Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Namun, menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh jumlah anak yang mengikuti pendidikan prasekolah.
Kualitas pengalaman belajar yang diperoleh anak selama berada di satuan PAUD juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Karena itu, pelatihan bagi pendidik diharapkan dapat memberikan bekal tambahan, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan. Para guru diharapkan semakin percaya diri dalam membangun pembelajaran yang hangat, menyenangkan, sekaligus menghargai keberagaman setiap anak.
Pada akhirnya, PAUD yang berkualitas bukan hanya berfungsi sebagai tempat anak mendapatkan pembelajaran. Lebih dari itu, satuan PAUD diharapkan menjadi lingkungan yang membuat anak merasa aman, diterima, dihargai, dan dapat tumbuh secara optimal.
Liputan: Galang Pratama

