SPMB SD Kulon Progo 2026 Tunjukkan Ketimpangan Besar, Dikpora Perlu Lakukan Evaluasi

oleh
Kepala Dikpora Kulon Progo Drs. Nur Wahyudi, M.M siap lakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian SPMB SMP Kulon Progo 2026.
Kepala Dikpora Kulon Progo Drs. Nur Wahyudi, M.M siap lakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian SPMB SMP Kulon Progo 2026.

Kulon Progo, Yogyanews.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan sederajat di Kabupaten Kulon Progo Tahun Ajaran 2026/2027 kembali memperlihatkan tantangan besar dalam pemerataan pendidikan dasar.

Data dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kulon Progo menunjukkan daya tampung sekolah masih jauh lebih besar dibanding jumlah peserta didik baru yang mendaftar.

Sebanyak 353 rombongan belajar (rombel) disiapkan dengan total kapasitas mencapai 9.884 kursi. Namun, jumlah murid baru yang berhasil diterima hanya 4.509 anak, terdiri atas 2.365 siswa laki-laki dan 2.144 siswa perempuan.

Fenomena ini memperlihatkan adanya ketimpangan yang semakin nyata di mana pada satu sisi terdapat sekolah yang mampu memenuhi kuota, tetapi di sisi lain masih banyak sekolah dengan jumlah murid yang sangat sedikit bahkan tanpa pendaftar sama sekali.

Perbedaan jumlah peserta didik baru tampak jelas di sejumlah kapanewon. Di wilayah Temon, beberapa SD Negeri hanya memperoleh sedikit siswa.

SD Negeri Temon Kulon hanya menerima dua murid baru, sedangkan SD Negeri Kedundang hanya mendapatkan tiga siswa.

Lalu SD Negeri 1 Glagah dan SD Negeri 3 Glagah masing-masing menerima lima peserta didik, sementara SD Negeri Pasirmendit memperoleh delapan siswa.

Berbeda dengan kondisi tersebut, sekolah-sekolah yang menjadi pilihan utama masyarakat di Kapanewon Wates justru dipenuhi pendaftar.

SD Negeri Percobaan 4 Wates berhasil mengisi seluruh kuota 112 kursi yang tersedia dalam empat rombel.

Sedangkan SD Negeri 4 Wates juga mencatat keterisian penuh dengan 56 siswa sesuai kapasitas dua rombel.

Selain sekolah negeri, sejumlah sekolah swasta berbasis keagamaan turut menjadi pilihan masyarakat.

SD Ma’arif Nurul Jannah di Temon menerima 53 siswa dari kapasitas 56 kursi. SD Muhammadiyah Mutihan di Wates bahkan memenuhi seluruh kuota sebanyak 84 siswa, sedangkan SD Islam Terpadu Mu’adz Bin Jabal memperoleh 24 siswa dari kapasitas 28 kursi.

Baca Juga  Rocky Gerung Kritisi Syarat Capres-Cawapres Hanya Minimal SMA: Dosen, Dokter, Guru Cuma Lulusan TK Ya Nggak Masalah

Ketimpangan juga terlihat di wilayah lain. SD BOPKRI Gunungijo di Kokap tidak memperoleh satu pun peserta didik baru pada pelaksanaan SPMB tahun ini. Di wilayah yang sama, SD Kristen Widodo Plampang telah dinyatakan tutup.

Kondisi serupa terjadi di SD Negeri Wijimulyo Lor, Kapanewon Nanggulan yang juga tidak menerima pendaftar.

Di Samigaluh, SD Negeri 2 Balong dan SD Negeri Ngaliyan sama-sama nihil murid baru, sedangkan SD Negeri Kemiriombo hanya memperoleh dua siswa. Sementara itu, SD Negeri Pendem di Pengasih juga tercatat belum memiliki murid baru.

Hasil SPMB SD Kulon Progo 2026 kembali memunculkan wacana penataan satuan pendidikan melalui regrouping atau penggabungan sekolah.

Langkah tersebut dinilai semakin relevan mengingat terdapat sekolah yang hanya menerima dua hingga tiga siswa sehingga penyelenggaraan pembelajaran menjadi kurang efektif.

Ketimpangan antara sekolah yang penuh dan sekolah yang kosong juga menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan layanan pendidikan.

Penataan jumlah sekolah, distribusi peserta didik, hingga efisiensi penggunaan anggaran diperkirakan akan menjadi agenda penting setelah pelaksanaan SPMB tahun ini.

SPMB SD Kulon Progo 2026 menjadi gambaran bahwa persoalan pendidikan dasar tidak hanya berkaitan dengan penerimaan murid baru, tetapi juga menyangkut perubahan demografi, persebaran penduduk, dan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas sekolah.

Evaluasi menyeluruh diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang menjaga keberlangsungan layanan pendidikan sekaligus memastikan setiap anak memperoleh akses belajar yang berkualitas.

Liputan: Bagus Aryo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *