yogyanews.com, Kulon progo – Perusahaan Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kabupaten Kulon Progo mengundang jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinas Kominfo) beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Tahap Pertama Penyelenggaraan Manunggal Fair (MF) 2026 di Kantor Perumda Aneka Usaha, Wates, Jumat (7/8/2026).
Rakor koordinasi teknis yang diinisiasi oleh Perumda Aneka Usaha ini difokuskan untuk menyamakan persepsi dan menyusun langkah antisipasi atas berbagai isu krusial, mulai dari tata kelola sampah, penataan dan penetapan tarif parkir, hingga skema kemitraan sponsor non-APBD.
Rapat dipimpin langsung oleh Direktur Utama Perumda Aneka Usaha, Muhammad Nasta’in, S.E., M.M., serta dihadiri Kepala Dinas Kominfo Kulon Progo, Bambang Sutrisno, S.Sos., M.Si., beserta perwakilan lintas instansi seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulon Progo.
Direktur Utama Perumda Aneka Usaha, Muhammad Nasta’in, S.E., M.M., menjelaskan bahwa penyelenggaraan Manunggal Fair tahun 2026 mengusung konsep efisiensi anggaran 0 APBD sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo. Selain itu, durasi pameran tahun ini dirancang lebih panjang dibanding tahun sebelumnya, yaitu selama 13 hari (25 September – 7 Oktober 2026), dengan jadwal pameran stan OPD berlangsung pada 25 September hingga 3 Oktober 2026.
“Durasi yang lebih panjang ini tentu menyedot persiapan ekstra dari sisi operasional dan manajemen risiko. Oleh karena itu, Perumda Aneka Usaha mengundang OPD terkait sejak awal agar ada kepastian dan kesepakatan bersama, khususnya terkait pengelolaan sampah dan retribusi parkir,” ungkap Muhammad Nasta’in.
Mengenai pengelolaan sampah, Perumda Aneka Usaha mendorong kerja sama taktis bersama DLH dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) melalui diskresi teknis pengangkutan ke TPS 3R. Panitia juga memfasilitasi penyediaan tempat sampah terpilah (organik, anorganik, dan residu) berbahan karung goni dalam jumlah lebih banyak di area Alun-alun Wates.
Terkait isu parkir, Rakor menyepakati pentingnya penetapan tarif resmi serta penataan kantong parkir ber-Surat Perjanjian Kerja (SPK) bersama Dishub, Satpol PP, dan BKAD guna mengantisipasi timbulnya parkir liar maupun tarif sepihak yang merugikan pengunjung.
Menanggapi skema tersebut, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo, Bambang Sutrisno, S.Sos., M.Si., menyambut baik inisiatif Perumda Aneka Usaha dan menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk memfasilitasi dari sisi publikasi digital, keterbukaan informasi, hingga edukasi publik.
“Meski pameran tahun ini dilaksanakan secara mandiri tanpa anggaran APBD langsung dari dinas untuk pembukaan/penutupan, Kominfo siap memfasilitasi publikasi media sosial, sosialisasi penataan parkir, hingga edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat sejak awal acara. Kami juga siap membantu koordinasi penjajakan mitra sponsor lintas sektor,” tegas Bambang Sutrisno.
Hingga Rakor Tahap I ini dilaksanakan, tercatat sebanyak 17 OPD telah mendaftar dengan total 42 stan, di samping partisipasi UMKM lokal serta perwakilan Kabupaten/Kota se-DIY dan Purworejo. Perumda Aneka Usaha menargetkan seluruh proses pendaftaran stan dan pemantapan teknis persiapan dapat rampung pada 23–25 Agustus 2026 sebelum seluruh rangkaian pameran siap dioperasikan.
Melalui sinergi antara Perumda Aneka Usaha, Dinas Kominfo, dan OPD teknis ini, Manunggal Fair 2026 diharapkan dapat menjadi sarana pameran potensi daerah dan pesta rakyat yang sukses, tertib, serta mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Kulon Progo.(*)

