yogyanews.com, Gunungkidul – RSUD Wonosari menggelar agenda koordinasi dan pembinaan peningkatan kinerja yang dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, di Aula Yudistira, Senin, (10/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, jajaran manajemen RSUD Wonosari memaparkan laporan capaian kinerja semester pertama tahun 2026 serta rencana strategis untuk menghadapi transisi kenaikan kelas rumah sakit.
Direktur RSUD Wonosari, Dr. Dyah melaporkan bahwa terdapat fluktuasi kunjungan pasien selama periode Januari hingga Juni 2026. Puncak kunjungan tertinggi terjadi pada bulan April, namun mengalami penurunan di bulan Mei dan Juni. Penurunan ini tercatat pada layanan rawat jalan sebesar 18,4%, rawat inap sebesar 23,4%, dan IGD sebesar 17,6%. Meskipun demikian, beberapa layanan seperti penyakit dalam, saraf, jantung, dan hemodialisa tetap menjadi layanan dengan volume pasien tertinggi.
Dari sisi keuangan, RSUD Wonosari mencatatkan pendapatan sebesar Rp77,36 miliar hingga triwulan kedua, yang mencapai sekitar 66,38% dari target tahunan. Sementara itu, realisasi belanja telah mencapai 52,86%. Pihak manajemen optimis target pendapatan akhir tahun akan tercapai meskipun terdapat tantangan dalam klaim BPJS, termasuk selisih biaya obat yang tidak terbayar.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapan RSUD Wonosari yang kini telah naik kelas dari Tipe C menjadi Tipe B. Bupati menyoroti bahwa kenaikan status ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan teknis dan etika petugas.
Bupati menegaskan pentingnya “kecerdasan spiritual” dan kedisiplinan bagi seluruh pegawai, mulai dari kepatuhan terhadap seragam hingga sikap tulus dalam melayani pasien. Bupati juga menyoroti adanya keluhan pelanggan terkait komunikasi petugas yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi rumah sakit. “Dukungan dari semua unsur komite manajemen dan tenaga kesehatan penting untuk diperkuat guna menciptakan lingkungan rumah sakit yang sehat,” ujar Bupati.
Menyikapi rekomendasi Dewan Pengawas, RSUD Wonosari telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk semester kedua tahun 2026, di antaranya Pengembangan Layanan Baru dengan menyiapkan Klinik Umum IGD untuk kasus non-gawat darurat, layanan CAPD (cuci darah mandiri), dan layanan K-grab.
Selain itu juga dilakukan Rekrutmen dokter spesialis, termasuk dokter jantung dan urologi, serta kerja sama residen dengan institusi pendidikan serta pengadaan alat kesehatan seperti ventilator, bed unit bedah mulut, serta perbaikan sistem kelistrikan (ATS) dan penambahan genset. Dan juga persiapan re-akreditasi yang dijadwalkan pada akhir Agustus 2026 dengan target skor di atas 90.
Selain itu, RSUD Wonosari akan memperkuat promosi layanan unggulan dan koordinasi rujukan dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui forum komunikasi yang direncanakan pada September mendatang. Manajemen berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pengaduan, di mana saat ini 40% aduan telah berhasil diselesaikan langsung di tingkat unit.(ewi)

