SSB Hizbul Wathan Kulon Progo Dijuluki Raja Seri di Piala Dunia Sepakbola Anak 2026, Catat Enam Hasil Imbang dari Delapan Laga

oleh
SSB HW Kulon Progo.
SSB HW Kulon Progo.

Yogyanews.com – Piala Dunia Sepakbola Anak 2026 yang berlangsung di Bandung pada 1–3 Juli menjadi pengalaman berharga bagi SSB Hizbul Wathan (HW) Kulon Progo.

Meski belum berhasil membawa pulang kemenangan, tim asal Kulon Progo tersebut menunjukkan semangat juang tinggi hingga akhir turnamen dan mendapat julukan unik sebagai Raja Seri berkat catatan hasil imbang yang mendominasi perjalanan mereka.

Selama mengikuti kompetisi, SSB HW Kulon Progo menjalani total delapan pertandingan. Dari seluruh laga tersebut, mereka membukukan enam hasil imbang dan dua kekalahan, tanpa sekalipun meraih kemenangan.

Kekalahan pertama dialami saat menghadapi Football School Nusantara (FSN) Kalimantan Selatan. Dalam pertandingan pembuka, pertahanan SSB HW harus menerima dua gol sehingga laga berakhir dengan skor 0-2.

Hasil serupa kembali terjadi ketika menghadapi Denpasar City. Meski berusaha memberikan perlawanan sepanjang pertandingan, SSB HW kembali harus mengakui keunggulan lawan setelah kebobolan dua gol dan menutup laga dengan skor 0-2.

Setelah dua kekalahan tersebut, performa SSB HW Kulon Progo mulai lebih stabil. Mereka mampu menahan enam lawan berbeda sehingga seluruh pertandingan berikutnya berakhir tanpa kekalahan.

Salah satu laga paling menarik terjadi saat menghadapi Sumbawa Muda NTB. Kedua tim tampil seimbang hingga pertandingan berakhir dengan skor 1-1.

Sementara itu, lima pertandingan lainnya berakhir tanpa gol. SSB HW sukses menahan imbang Nahusam FA Kalimantan Timur, Curup School Bengkulu, Agas Jaya Medan, Curup School Merah Bengkulu, dan Maesa Para Raider Jakarta tanpa gol.

Rangkaian hasil tersebut membuat SSB HW Kulon Progo dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan setelah dua laga awal, meski mereka juga belum mampu mengubah dominasi hasil imbang menjadi kemenangan.

Baca Juga  200 Warga Karangwuni Kulon Progo Ancam Tolak Proyek Pelebaran JJLS Setelah UGR Tak Cair

Berakhirnya turnamen tanpa satu kemenangan memang menjadi hasil yang belum sesuai harapan. Namun, enam hasil imbang dari delapan pertandingan menjadi catatan yang cukup unik sepanjang kompetisi.

Julukan Raja Seri atau Raja Imbang pun melekat kepada SSB Hizbul Wathan Kulon Progo. Terlepas dari hasil akhir, pengalaman bertanding melawan berbagai akademi sepak bola dari sejumlah daerah di Indonesia menjadi bekal penting bagi para pemain muda untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding pada kompetisi berikutnya.

Liputan: Bagus Aryo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *