Viral Alumni SMA Negeri 2 Bantul Mengaku Jadi Korban Fitnah Guru hingga Alami Mental Ilness

oleh
Hasil tes kesehatan mental seseorang yang mengaku alumni SMA Negeri 2 Bantul yang sedang viral. (Foto: Threads/@gh05tx0)
Hasil tes kesehatan mental seseorang yang mengaku alumni SMA Negeri 2 Bantul yang sedang viral. (Foto: Threads/@gh05tx0)

Bantul, Yogyanews.com – Beberapa hari terakhir sosial media khususnya Threads sedang digemparkan utas seseorang yang mengaku sebagai alumi SMA Negeri 2 Bantul.

Dalam pengakuannya, pemilik akun @gh05tx0 mengatakan dirinya merupakan lulusan SMA Negeri 2 Bantul dan divonis mengidap Mental Ilness setelah lulus. Dalam utasnya, ia turut melampirkan foto hasil rekam medis.

Sang pembuat utas mengatakan bahwa dirinya mengalami beberapa gangguan mental sekaligus, yaitu Bipolar, MDD, ADHD.

“Kenapa bisa terjadi? pada tahun kedua saya bersekolah disana, saya difitnah sama guru sendiri,” kata @gh05tx0.

Pemilik akun tersebut mengatakan bahwa semasa masih sekolah dirinya difintah melakukan kejahatan oleh wali kelas dan guru BK.

Padahal dalam pengakuannya ia merupakan orang yang membongkar kejahatan tersebut, tetapi malah dijadikan pelakunya.

Ia juga mengaku mendapatkan fitnah di grup wali murid sampai dijauhi oleh teman-temannya. Dalam pengakuannya pemilik akun ini mengaku tidak sekalipun pernah melakukan hal buruk bahkan tidak merokok, minum miras, atau yang lain.

“Parahnya, saya difitnah di grub wali murid tanpa sepengatahuan saya, hasilnya apa? saya dijauhi teman teman saya Karena orang tua mereka mengira saya anak yang tidak baik², padahal saya tidak pernah sekalipun merokok, minum², dsb. Eh lucunya anak-anak di sekolah yang suka main judol Dan minum alkohol dibiarin sama bk,” katanya.

Pemilik akun melanjutkan bahwa setelah kejadian ini mentalnya jadi hancur. Bahkan ia menjadi tidak punya teman sama sekali bahkan sampai lulus.

“Saya sudah menyerah dengan kehidupan saya pada saat itu, saya ingin dropout saja Dan memilih untuk home schooling, tapi bangsatnya, pihak sekolah tidak menginjinkan karena takut menurunkan akreditas sekolah jika ada murid yang dropout, egois sekali mereka bukan,” katanya lagi.

Baca Juga  Nasib Lurah Garongan Ngadiman Diujung Tanduk, Dugaan Pungli Rp 300 Ribu Masuk Pidana

Pembuat utas yang mengaku punya GERD kronis sejak SMP pun merasakan penyakitnya makin parah. Dampaknya ia sering terlambat masuk sekolah hingga tidak mengerjakan tugas.

Namun ia merasa tanggapan dari guru kepadanya cukup menyakitkan dan mengatai dirinya tidak memiliki niat untuk bersekolah.

“Akhirnya saya tahan sampe Lulus, teman hampir tidak ada, setiap hari dimarahin guru di depan kelas tanpa Alasan yang jelas, padahal saya menjadi pendiam setelah kejadian yang membuat saya trauma itu, saya tidak pernah menangis sama sekali saat itu, karena “lelaki tidak pernah menangis”, jelasnya.

Cita-cita dan passion yang dimiliki pembuat utas di bidang cyber security Dan programming pun dikatakannya tak mendapat support dari sekolah.

“Pihak sekolah tidak pernah meng support saya, sekolah hanya memberikan uang 300k kepada Klub it yang saya dirikan. padahal janjinya bakal memberikan 50 juta untuk peralatan Dan persiapan lomba,” terangnya.

Ia juga mengaku kehilangan passion untuk melanjutkan kuliah di jurusan Teknologi Informasi UGM setelah mengalami gangguan mental.

“boro² mikir buat lanjut kuliah, mikirin buat lanjut hidup aja gaada. Bahkan tahun lalu saya sempet mau bund1r dengan m3nusuk diri saya sendiri menggunakan pisau dapur saat rumah Lagi kosong, 3 bulan terakhir ini, depressive episode saya makin parah, tiap malam, saya menangis sendirian di kamar secara tiba² berpikir “saya ingin mengakhiri segalanya,” imbuhnya.

Sang pembuat utas menambahkan bahwa saat ini dirinya masih berusaha kembali berobat ke psikiater setelah berhenti hampir 1 bulan.

“Walau saya udah gapunya tujuan hidup Dan ngerasa stuck hidupnya, setidaknya Masih berusaha buat cari bantuan Dan berobat,” katanya.

Utas ini pun mendapat beragam reaksi dari warganet. Banyak warganet yang memberikan doa dan dukungan kepada pembuat utas yang belum diketahui identitasnya tersebut.

Baca Juga  SMA Negeri 2 Bantul Buka Suara Terkait Curhatan Alumi Viral Alami Mental Ilness, Pemda DIY Siap Tangani Dugaan Perundungan

“Mas, kamu udah lulus. Sudah dinyatakan menang dari peperangan. Bangkit mas. Lingkup itu sudah tidak dibutuhkan lagi. Biarin aja. Cari lingkungan baru. Percayalah. Lingkungan barumu tidak peduli dengan kabar burung masa lalu. I feel u mas. Angkat kepalanya ya mas!,” komentar seorang warganet dengan nama akun @fajare***.

“hallo dek, aku tau kamu pasti frustasi dan masih trauma keinget-inget dan ketriggerrr, saranku sering-sering jurnaling sambil menata hidup baru ya, aku dlu dijauhi sm keluarga besar dan kena mental bgt, pdhl aku masih SD, karena satu kesalahan dan mereka melarang anak-anak om tanteku buat main sm aku, bener-bener dijauhkan, akhirnya aku sering menyendiri sambil menata hidup, yup aku keterima UGM jalur penelusuran bibit unggul berprestasi + full scholarship, sebulan sblm wisuda udah offering,” komentar @issele_ax**.

Liputan: Bagus Aryo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *