Panitia Manunggal Fair 2025 Gratiskan Sewa Stand 125 UMKM dan 400 PKL Alun-alun Wates

by -822 views
Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kulon Progo, Muhtarom Asrori meminta Komisi 2 DPRD Kulon Progo memanggil Perumda Aneka Usaha selaku Panitia Pelaksana Manunggal Fair 2025.(foto/ist)

 Yogyanews.com – Kalangan UMKM maupun pedagang kaki lima (PKL) sama sekali tidak dipungut biaya sewa stand untuk ikut di Manunggal Fair 2025.

Demikian Ketua Panitia Manunggal Fair 2025, Nastain, menanggapi sejumlah pemberitaan yang menyebut harga stand di Manunggal Fair 2025 khususnya untuk pelaku UMKM memberatkan.

Nastain, menjelaskan bahwa harga stand dengan kisaran Rp12 juta hingga Rp6,5 juta hanya diperuntukkan bagi perusahaan daerah maupun nasional.

Harga tersebut disesuaikan dengan fasilitas paket yang ditawarkan.

“UMKM dan PKL tidak dikenakan biaya sewa stand. Justru mereka mendapat fasilitas gratis agar bisa ikut meramaikan pesta rakyat ini,” tegas Nastain, Minggu (21/9/2025).

Menurutnya, ada tiga komponen yang mendapatkan fasilitas stand gratis di Manunggal Fair 2025 kali ini.

“Antara lain sebanyak 125 UMKM lokal Kulon Progo,  difasilitasi mengikuti bazar secara gratis. Lalu 400 PKL Alun-alun Wates, dan pedagang Car Free Day juga mendapat fasilitas gratis,” ujarnya.

Nastain menjelaskan, fasilitas gratis untuk 125 UMKM tersebut sebagai bentuk dukungan panitia kepada promosi berbagai produk UMKM Kulon Progo.

Sedang 400 PKL Alun-alun Wates juga mendapatkan fasilitas gratis dan hanya wajib berkontribusi pada biaya listrik melalui ketua paguyuban masing-masing.

“Kemudian, pedagang Car Free Day yang direlokasi ke arena pameran juga mendapatkan fasilitas gratis, dengan kontribusi sesuai kesepakatan bersama paguyuban,” ujarnya.

Selain UMKM dan PKL, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ikut serta dalam pameran juga tidak dibebani pungutan stand.

OPD hanya berkontribusi untuk kebutuhan partisi, listrik, serta kebersihan selama kegiatan berlangsung.

Nastain menegaskan, Manunggal Fair 2025 sejak awal dirancang sebagai pesta rakyat yang harus bisa diakses semua kalangan, terutama pelaku usaha kecil.

“Prinsipnya, Manunggal Fair 2025 ini adalah pesta rakyat. Semua pihak harus bisa berpartisipasi, terutama UMKM dan PKL yang menjadi bagian penting dalam roda ekonomi daerah,” ujarnya.

Pernyataan panitia ini juga dibenarkan oleh sejumlah pelaku usaha kecil.

Siti Khotimah, salah satu pedagang kuliner yang ikut dalam bazar UMKM, mengaku tidak dikenakan biaya sewa stand.

 

“Kami gratis, hanya iuran listrik yang dikoordinasi lewat paguyuban. Jadi kalau ada yang bilang mahal, itu bukan untuk UMKM seperti kami,” katanya.

Hal senada disampaikan Slamet Riyadi, pedagang kaki lima dari kawasan Alun-alun Wates. Ia menyambut baik fasilitas gratis dari panitia.

“Pedagang kecil difasilitasi tanpa dipungut biaya. Malah justru kami senang bisa ikut meramaikan acara sebesar ini,” ucapnya.

Dengan tanggapan ini panitia berharap masyarakat tidak lagi salah paham mengenai mekanisme biaya stand dan tetap bisa menikmati Manunggal Fair 2025 sebagai ajang hiburan sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal.

Liputan : Rendy Satrio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *