Yogyanews.com – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dinilai telah mengambil langkah tepat untuk tidak jadi meninggalkan Kulon Progo.
Terkait dengan langkah ini Masyarakat Peduli Pendidilakn (MPP) Kulon Progo meminta agar UNY mengoptimalkan Kampus Kulon Progi sebagai Kampus Kesehatan dan Teknologi Kesehatan.
“Bisa dimulai dari pemindahan Fakultas Kedokteran UNY ke Kulon Progo, ditambah dengan Fakultas Tenaga Kesehatan yang terdisi dari Kebidanan, Keperatawan dan Teknologi Kesehatan,” ujar Tomy Maulana Samudra, Senin (11/5/2026).
Untuk kebutuhan Rumah Sakit maka masyarakat Kulon Progo yang berada di Dekso, kalibawang, Kulon Progo sudah menyiapkan lahannya seluas 6 hektar untuk kepentingan pendirian Rumah Sakit dan Kampus Kesehatan .
“JIka masih kurang maka lahan disekitar itu masih bisa digunakan hingga 10 hektar. Sehingga kami meminta UNY untuk membuat ikatan lebih mendalam dengan masyarakat di Kulon Progo dengan pendirian Rumah Sakit dan Kampus Kesehatan tersebut,” ujarnya.
Jika menginginkan ada percepatan proses pembebasan lahan dan sebagainya maka MPP siap untuk membantu melakukan komunikasi dengan berbagai pihak agar niat yang mulai ini terealisasi.
Dengan Kampus Kesehatan dan Rumah Sakit tersebut, maka UNY akan memiliki catatan sejarah karena telah mengambil langkah untuk memberdayakan masyarakat di wilayah termiskin di DIY ini.
“Karena dengan Rumah Sakit apalagi Rumah Sakit Tipe A, atau Rumah sakit Specialis maka UNY sudah membuat terobosan untuk membangun Kulon Progo dari Kabupaten Termiskin menjadi Kabupaten Kaya atau maju, ini penting karena sumbangsih UNY bisa dirasakan langsung oleh masyuarakat Kulon Progo, “ tegasnya.
Lahan 6 hektar di Dekso Kalibawang Kulon Progo itu sendsiri semula sudah disodorkan kepada PBNU melalui Gus Yusuf Khudhori Tegalrejo, Magelang, untuk pendirian Rumah Sakit, tetapi keburu ada kisruh di PBNU sehingga pembicaraan soal Rumah Sakit ini terhambat dan belum ada perkembangan.
Maka, ujar Tammy Maulana, jika sekarang ini UNY mengambil prakarsa untuk membuat kampus Kesehatan dan Rumah sakit di Kulon Progo terutama di Kulon Progo sisi utara maka akan menjadi point plus tersendiri yang itu tidak disentuh Universitas lain yang masuk di Kulon Progo.
“Poinnya , terimakasih UNY sudah menunda kepergiannya dari Kulon Progo. Maka lalu apa ? Kami mengusulkan agar UNY membuka Prodi-Prodi yang mampu seksi ( laris manis, red), salah satunya Prodi Keperawatan, Kebidanan dan Teknologi Rumah Sakit, “ Ujar Ketua MPP Kulon Progo, Senin ( 11/5/2026).
Kantor Humas dan Protokol UNY Basikin mennadsakan bahwa jajaran Rektorat UNY akan menunda pemindahan tersebut dan belum dapat memastikan realisasinya ke depan akan seperti apa. “Berdasarkan Rapat Pimpinan Senin lalu, dan mendengarkan aspirasi masyarakat, pemindahan prodi-prodi ekonomi terapan dan teknik terapan dari Kulon Progo ke Gunungkidul akan ditunda. Penundaannya belum ditentukan waktunya,” katanya.
Dia menegaskan, dipastikan untuk tahun ini seluruh kegiatan Kampus UNY Wates tetap akan berlanjut tidak berpindah.
Kekhawatiran pelayanan yang kurang maksimal ke mahasiswa menjadi penyebab penundaan pemindahan Kampus Wates UNY ke Gunungkidul.
Basikin mengaku, demi kualitas layanan akademik yang tetap terjaga kualitasnya sehingga pemindahan Kampus UNY Wates dibatalkan.
Menurutnya ke depan masih sangat dinamis soal pemindahan UNY Wates ini.
Basikin menilai, pemindahan UNY Wates dapat dibatalkan sepenuhnya apabila ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo dan masyarakatnya.
“Tapi saya kira ini dinamis karena kemarin Bu My Esti (anggota DPR bidang pendidikan) menyampaikan aspirasi untuk tidak dipindah. Artinya UNY memang perlu dukungan pemerintah daerah dan masyarakat Kulonprogo dalam hal ini,” ungkapnya.
Kampus UNY Wates ke depan akan dijadikan sebagai sport education center of excellence sehingga membutuhkan dukungan dari Pemkab Kulon Progo.
Perencanaan sebagai pusat edukasi olahraga di Kampus Wates akan memberikan keuntungan besar bagi masyarakat Kulon Progo pastinya termasuk pemkab.
Basikin menilai pengembangan itu membutuhkan penambahan fasilitas gedung dan sejenisnya.
“Salah satunya adalah lahan untuk pengembangan kampus. UNY memerlukan lahan yang lebih luas untuk dapat mengembangkan Prodi-prodi dengan kualitas layanan yang baik,” tegasnya.
Basikin mengungkapkan, untuk menuju sport education center tentu akan ada fasilitas olahraga yang berkembang sehingga memerlukan lahan dan gedung baru.
Dukungan Pemkab Kulon Progo untuk dapat membantu proses hibah lahan di Bumi Binangun tentu akan menjadi angin segar.
Seperti misalnya yang dilakukan Pemkab Purworejo kepada UNY yang memberikan hibah lahan sekitar 10 hektare baru-baru ini.
“Kebutuhan pengembangan sport education center of excellence sudah mendesak bagi UNY,” katanya.
Liputan : Suyono Sugondo / Ant






