Yogyanews.com – Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kulon Progo, Muhtarom Asrori meminta Komisi 2 DPRD Kulon Progo memanggil Perumda Aneka Usaha selaku Panitia Pelaksana Manunggal Fair 2025.
“Kami meminta Komisi 2 DPRD Kulon Progo mengundang Panitia Pelaksana Manunggal fair 2025, meminta keterangan terkait masukan masyarakat terutama kalangan UMKM, kenapa harga stand sangat mahal,” katanya, Sabtu (20/9/2025), kepada pers.
Karena banyak masukan dari berbagai pihak terutama kalangan UMKM harga stand dalam event tahunan Manunggal Fair 2925 tersebut bukan hanya sangat mahal bahkan tidak terjangkau.
Akibatnya banyak pelaku usaha dan kalangan UMKM Kulon Progo tidak kuat bayar sewa stand yang dipatok panitia dan tidak bisa ikut Manunggal Fair 2025.
“Aneh kan, lja wong pelaku usaha lokal dan rakyat Kulon Progo tidak kuat bayar di pesta rakyat Pemda Kulon Progo Manunggal Fair 2025,” jelasnya.
Ia mengatakan jika model pengelolaannya seperti ini maka event tahunan sebagai rangkaian momen pesta Ulang Tahun Kabupaten Kulon Progo tersebut tidak memihak rakyat. Dan bukan pesta rakyat.
“Ini saya sampaikan utuh apa adanya, ini keluhan masyarakat terutama UMKM,” kata Muhtarom Asrori.
Muhatrom Asrori menegaskan, harga stand bukan hanya mahal tetapi kelewat mahal, sehingga momen ini seakan – akan bukan pesta rakyat lokal karena tidak berpihak kepada pelaku UMKM Kulon Progo.
Ditegaskan, mestinya Manunggal Fair 2025 menjadi ajang promosi berbagai produk UMKM Kulon Progo dan memberi fasilitasi kepada para pelaku usaha dan produk Kulon Progo, bukan mencari keutungan.
Jika konsepnya bisnis murni seperti ini terus dilanjutkan, maka dipastikan tidak akan ada lagi momen-momen penting Pemda Kulon Progo yang berpihak kepada rakyat.
Disisi lain Muhtarom Asrori menyatakan, meski banyak kalangan UMKM Kulon Progo mengeluh tidak kuat membayar sewa stand di Manunggal Fair 2025 ternyata konon sudah 80 persen stand laku.
“Ini aneh ini. UMKM Kulon Progo mengeluh harga stand mahal tidak kuat bayar sewa, tidak bisa ikut, tetapi rumornya 80 persen stand sudah laku tersewakan. Terus siapa yang sewa? Bukan UMKM Kulon Progo, donk? ” katanya.
Ia menegaskan jika seperti ini kondisinya maka ini menjadi sangat ironis dan memprihatinkan.
“Kalau seperti itu, ya ironis sekali ini. Pelaksaanaan Manunggal Fair 2025 tidak tepat sasaran. Karena ini bukan event swasta ini gawe pemerintah, lho,” katanya menegaskan.
Ia juga menyayangkan tidak adanya sponsor dalam acara sebesar dan sekelas Manunggal Fair 2025 yang hanya ada setahun sekali tersebut.
“Dengan acara sebesar Manunggal Fair 2025 yang di laksanakan satu tahun sekali, masak panitia pelaksan tidak bisa mencari sponsor, “ katanya.
Padahal jika ada sponsor tentu beban biaya untuk Manunggal Fair 2025 akan lebih ringan sehingga tidak perlu menyewakan stand dengan harga tinggi.
“Saya mikirnya sederhana, kalau ada sponsor paling tidak meringankan beban biaya panitia, dan pada akhirnya akan meringankan beban pelaku usaha yang ingin ikut pameran, toh,” terangnya.
Ia meminta santernya keluhan masyarakat bahwa harga stand Manunggal Fair 2025 yang dinilai sangat mahal, disikapi oleh Komisi 2 DPRD Kulon Progo.
Ia beharap Panitia Pelaksana Manunggal Fair 2025 yakni Perumda Aneka Usaha dipanggil untuk dimintai keterangan berkaitan dengan pelaksanaan event tahunan Manunggal Fair tersebut.
Liputan : Ewi





