PDIP Kulon Progo Tanamkan Ideologi Bung Karno ke Gen Z

oleh
Bagi Gen Z, politik itu bukan cuma soal perebutan kursi kekuasaan, melainkan ruang penentu kebijakan mulai dari urusan pangan, pendidikan, hingga budaya. Saatnya generasi muda melek politik dan melanjutkan api perjuangan bangsa! (Foto/Dok)

Kulon Progo, Yogya News — DPC PDI Perjuangan Kulon Progo mengambil langkah taktis dalam membentengi generasi muda dari tantangan era digital. Memanfaatkan momentum Bulan Bung Karno, partai ini menggelar sarasehan dan doa bersama yang difokuskan sebagai ruang edukasi politik bagi Gen Z di Kantor DPC PDI Perjuangan Kulon Progo, Sabtu (20/6/2026).

​Ketua DPC PDI Perjuangan Kulon Progo, Fajar Gegana, menyatakan dengan tegas bahwa peringatan Bulan Bung Karno tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremonial yang kaku. Baginya, esensi utama dari momen ini adalah mentransfer nilai-nilai perjuangan Proklamator secara nyata kepada generasi baru.

​”Kami sengaja mengundang Gen Z agar mereka paham dengan ajaran-ajaran Bung Karno,” ungkap Fajar.

​Fajar menambahkan, di tengah pesatnya lompatan teknologi dan derasnya arus globalisasi, karakter kebangsaan yang solid merupakan perisai mutlak bagi generasi muda agar tidak kehilangan arah. Jiwa nasionalisme, persatuan, dan cinta tanah air harus terus dipupuk demi keberlanjutan masa depan Indonesia.

​Agar pemikiran Bung Karno dapat dipahami secara relevan, forum dialog ini mempertemukan puluhan kader muda dengan tokoh-tokoh senior partai, seperti Bambang Sumbogo dan Sukaryono.

​Dalam sesi bedah pemikiran tersebut, para politisi senior menekankan bahwa warisan ideologi Bung Karno bukanlah doktrin masa lalu yang mati, melainkan sebuah kompas hidup yang dinamis.

Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:
​Nasionalisme dan Persatuan: Berdiri kokoh di atas identitas bangsa.
​Gotong Royong: Jiwa dasar masyarakat Indonesia dalam menghadapi masalah bersama.
​Kedaulatan Bangsa: Kemandirian di tengah ketergantungan global.

​Pendekatan ini terbukti efektif memicu respons positif dari para peserta. Callysta Anestyawati, pengurus PAC PDI Perjuangan Temon yang saat ini menempuh kuliah semester dua di IKIP PGRI Wates, mengakui diskusi ini telah mendobrak stigma negatifnya tentang dunia politik.

Baca Juga  Warga Sisi Barat dan Timur Bandara YIA Akan Bersama-sama Mendatangi PT Angkasa Pura

​”Politik ternyata tidak hanya menjadi pejabat atau anggota DPR. Kita harus paham bahwa apa pun yang terjadi dengan kehidupan sehari-hari kita, mulai dari masalah pangan, sosial, ekonomi, pendidikan, hingga budaya. Semuanya merupakan hasil keputusan politik,” urai Callysta.

​Melalui pemahaman baru ini, ia menyerukan agar Gen Z tidak lagi bersikap apatis dan mulai melek terhadap politik.
​Pada akhir acara, DPC PDI Perjuangan Kulon Progo berharap kegiatan ini mampu mendorong para peserta untuk tidak sekadar mengagumi sosok Bung Karno secara historis, melainkan mengaplikasikan gagasan-gagasannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehari-hari.

Liputan: Galang Andika Pratama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *